Lombok Post
Headline Tanjung

Ingat, Dana Desa Gak Boleh Melenceng!

TANJUNG-Dana desa (DD) tahap II akan dicairkan bulan ini. Untuk penggunaan anggaran itu, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi meminta pemerintah desa menggunakannya untuk empat prioritas. Hal ini disampaikan perwakilan Kemendes saat menyosialisasikan penggunaan prioritas DD di kantor bupati Lombok Utara, kemarin (3/8). Kegiatan yang difasilitasi DP2KBPMD Lombok Utara ini dihadiri seluruh kepala desa (kades).

Namun prioritas penggunaan DD tahap II ini dinilai sulit dilakukan. Kades Gondang Johari mengungkapkan, salah satu prioritas penggunaan DD adalah pembangunan sarana olahraga. Sedangkan untuk membangun sarana olahraga di desa ini sulit dilakukan karena terbentur persoalan lahan yang dibutuhkan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Sementara itu, Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu, Kemendes, PDT dan Transmigrasi Supriadi menjelaskan, prioritas penggunaan DD tahap II ini dilakukan berdasarkan hasil pemetaan potensi di seluruh desa. Selain itu penggunaannya juga berdasarkan pemanfaatan DD dua tahun terakhir.

a�?Ini ingin dioptimalkan untuk meningkatkan perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat,a�? ujarnya pada wartawan usai kegiatan.

Untuk itu, fokusnya adalah ke upaya-upaya untuk mendorong produktivitas dan nilai tambah yang dilakukan masyarakat, dikelola masyarakat, dan dinikmati masyarakat. a�?Sudah ada instruksi menteri tentang empat program prioritas ini,a�? katanya.

Supriadi menjelaskan, empat prioritas itu yakni Prudes (Program Unggulan Desa). Sektor yang akan didorong melalui Prudes ini seperti pertanian, perikanan, hasil hutan, dan pariwisata.

Prioritas kedua adalah pembangunan embung air untuk memenuhi kebutuhan produktivitas. Embung ini digunakan untuk kebutuhan pertanian maupun untuk memenuhi kebutuhan air bersih. a�?Ini dikelola oleh BUMDes,a�? paparnya.

Selanjutnya, fokus prioritas ketiga adalah BUMDes. BUMDes ini bisa berjalan jika kegiatan di Prudes bisa bergerak dengan baik. Harapannya, jika sebelumnya masyarakat hanya menghasilkan bahan baku, namun dengan BUMDes bisa diolah agar meningkatkan nilai tambah.

Prioritas terakhir penggunaan DD adalah, penyediaan sarana olahraga desa. Sarana ini sangat dibutuhkan melihat segi kesehatan masyarakat. Selain itu, sarana olahraga juga dihajatkan untuk mendorong kegiatan ekonomi. a�?Prasyarat untuk pembangunan sarana olahraga ini harus kegiatan yang menghadirkan masyarakat ramai, misalnya lapangan sepak bola yang bisa digunakan dalam banyak hal,a�? paparnya.

Terkait kendala lahan yang dikeluhkan kades, Supriadi mengatakan, di sinilah peranan desa dibutuhkan. Karena saat ini konsep desa membangun sedang dilakukan. Sehingga desa dan masyarakat harus memiliki inisiatif.

a�?Lahan di mana-mana setiap jengkalnya memiliki nilai ekonomi. Tetapi kalau bisa mendapatkan lahan melalui kemitraan, kita akan support pendanaannya untuk pembangunan gedung olahraga,a�? katanya.

Untuk itu, Supriadi berharap desa dan masyarakat harus aktif dalam membangun desanya. Sehingga dalam hal pemenuhan lahan tidak perlu menganggarkan pembebasan lahan.

Lebih lanjut, Supriadi mengungkapkan, DD pada tahun 2018 memang akan mengalami peningkatan dua kali lipat. Karena setiap tahun DD akan meningkat. a�?Sepanjang kegiatan pada tahun sebelumnya terfokus pada prioritas tadi,a�? tandasnya.

Saat ini persentase pembagian dana desa terbagi menjadi 50 persen untuk pengembangan ekonomi, 40 persen infrastruktur, dan 10 persen untuk sosial masyarakat. a�?Empat prioritas ini kalau dilaksanakan saling berkaitan dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,a�? katanya.

Terpisah, Kepala DP2KBPMD Lombok Utara melalui Kabid Penataan dan Pemerintahan Desa Edi Agus Wahyudi mengungkapkan, saat ini realisasi DD tahap I sudah mencapai 81,57 persen.

Sedangkan untuk persyaratan pencairan DD tahap kedua antara lain 75 persen anggaran sudah dialokasikan dan 50 persen kegiatan fisik sudah terlaksana. a�?Yang sudah bisa memenuhi syarat pencairan dana desa tahap II ada 30 desa,a�? katanya.

Dari data DP2KBPMD, desa yang sudah mencapai 100 persen ada empat. Kemudian desa yang sudah mencapai 75 hingga 99 persen ada 21 desa. Sedangkan desa yang sudah mencapai 50 hingga 74,99 persen ada lima desa. Terakhir desa yang masih di bawah 60 persen ada tiga desa.

Terkait penggunaan DD tahap II yang harus dialokasikan untuk empat prioritas tadi, Edi menilai memerlukan kerja keras agar bisa terealisasi. Karena segala perencanaan sudah selesai dilakukan sehingga untuk mengubah perencanaan tersebut cukup berat. a�?Kalau dilakukan tahun depan sangat bisa,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost