Lombok Post
Bima - Dompu

Jelang Idul Adha, Ribuan Sapi Bima Dibawa ke Jakarta

ANTRIAN : Terliat antrean truk yang mengangkut sapi di Pelabuhan Bima untuk dibawa ke Jakarta. ATINA/ RADAR TAMBORA

KOTA BIMA – Permintaan sapi asal Bima untuk keperluan Idul Adha meningkat drastis. Jika tahun lalu sapi yang dikirim hanya 4.000 ekor, tahun ini menembus hingga angka 6.460 ekor sapi. Sasarannya adalahA� kota-kota besar di Pulau Jawa.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group) di Pelabuhan Bima, sejak pukul 05.00 wita antrean truk yang mengangkut sapi di luar pelabuhan mengular. Sapi-sapi ini berasal dari Kabupaten Bima yang akan dikirim ke kota besar seperti Jakarta dan Banten.

Siti Syarah yang biasa mengirim sapi mengaku, tahun ini ia mengirim sapi mencapai 20 ekor. Daerah tujuannya adalah Bogor. Siti Syarah merogoh kocek Rp 900 ribu untuk membayar kapal per ekor sapi. Di Bogor, satu ekor sapi bisa dihargai Rp 20 juta sampai Rp 25 juta.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Siti Syarah mengaku, pengiriman sapi menjelang Lebaran Qurban seperti saat ini menjadi musim panen bagi keluarga besarnya.

“Keluarga kami sudah melakoni bisnis ini cukup lama,”A� aku Syarah.

Sementara itu, data yang diperoleh dari Dinas Peternakan Kabupaten Bima hingga 31 Juli 2017, jumlah sapi qurban yang sudah dikirim ke luar Bima sebanyak 6.460 ekor.

A�”Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu,” ungkap Kasi Pelayanan Usaha Dinas Peternakan Kabupaten Bima Suhartini.

Sasaran tujuan pengiriman adalah ke empat kota besar. Tiga diantaranya, Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Bahkan ada permintaan baru yang masuk, yakni ke Kepulauan Riau. Sedangkan daerah yang memasok sapi-sapiA� berkualitas ini sebagian besar berasal dari Kecamatan Monta, Woha dan Madapangga.

“Yang paling banyak Kecamatan Monta dengan ukuran sapi yang besar-besar,” ungkap Suhartini.

Dijelaskannya, sebelum dilakukan pengiriman sapi-sapi sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan. Seperti pengambilan sampel darah untuk memastikan sapi bebas antrax, virus SE (ngorok) dan Grucelosis yang biasa diidap oleh ternak jenis sapi.

Sedangkan dari pengiriman ini, daerah mendapatkan PAD Rp 15 ribu per satu ekor sapi. Dengan bertambahnya permintaan sapi tahun ini, maka ada peningkatan pendapatan daerah dibandingkan tahun lalu.

“Kalau tahun lalu PAD masih Rp 7.000 per ekor sapi, tahun ini naik,” kata Suhartini. (tin/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara