Lombok Post
Kriminal

Masuk Bui Gara-gara Catut Nama Jenderal Polisi

CATUT NAMA JENDERAL: Kapolsek Cakrenegara Kompol Haris Dinzah menunjukkan bukti penipuan yang dilakukan IC dan AK, dalam pengungkapan kasus di Polsek Cakranegara, kemarin (4/8). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Modus penipuan dengan mencatut nama jenderal polisi dibongkar jajaran Polsek Cakranegara. Dua warga berinisial IC, 48 tahun dan AK, 43 tahun, menjadi terduga pelakunya.

Menurut keterangan polisi, aksi keduanya berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada mobil dengan nomor pelat kendaraan sama. Rupanya A�salah satu mobil ternyata telah menunggak cicilan kredit di salah satu lembaga pembiayaan di Kota Mataram.

Berangkat dari informasi tersebut, tim opsnal Polsek Cakranegara menindaklanjutinya dengan menyita mobil dan menyerahkannya ke kantor pembiayaan tersebut. Kasus penipuan dimulai ketika mobil berada di kantor tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Kedua pelaku asal Jawa Barat ini, yang mengetahui posisi mobil, lantas berpura-pura sebagai debt collector. Mereka berupaya melakukan penarikan dan membawa mobil ke Solo.

Dalam aksinya, pelaku membawa surat izin jalan yang tertera tanda tangan Karo Provos Polri berinisialkan EEB dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi. Karyawan pembiayaan sempat mempercayai bukti-bukti yang dibawa pelaku.

Namun, untuk memastikan hal tersebut benar, karyawan melakukan kroscek ke jajaran Polsek Cakranegara.

A�a�?Kita dihubungi oleh pihak finance, menanyakan terkait surat izin jalan yang dibawa dua pelaku,a�? kata Kapolsek Cakranegara Kompol Haris Dinzah, kemarin.

Dinzah kemudian meminta bantuan Polda NTB untuk mengecek ke Mabes Polri terkait nama di dalam surat izin jalan tersebut. Dari sana akhirnya terkuak bahwa dokumen yang dibawa keduanya ternyata palsu.

Selanjutnya, tim buser Polsek Cakranegara menangkap keduanya pada Kamis (3/8) di Jalan Selaparang, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara.

A�a�?Kita tangkap tiga orang. Tapi untuk sementara baru IC dan AK yang kita tetapkan sebagai tersangka,a�? ujarnya.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan satu unit mobil Honda Brio, surat izin jalan diduga palsu yang ditandatangani Brigjen EEB selaku Karo Provos, kartu tanda anggota polisi diduga palsu atas nama Brigjen EEB, serta surat serah terima mobil dari kantor pembiayaan ke pelaku.

a�?Masih kita lakukan pendalaman, termasuk menelusuri nama yang ada di dalam surat izin itu,a�? kata Dinzah.

Sementara itu, saat ditanyakan perannya dalam penipuan tersebut IC tidak mengenal nama Brigjen EEB. Dia hanya meminta bantuan kepada AK untuk bisa membawa mobil Honda Brio tersebut.

a�?Saya hanya mendampingi, minta tolong ke AK,a�? aku dia.

Bagaimana dengan AK? Rupanya, dari keterangannya kemarin, AK mengaku jika dirinyalah yang berhubungan dengan nama tersebut. Kata dia, nama tersebut memang benar-benar ada. Namun saat ditanya apakah yang bersangkutan benar merupakan anggota polisi, AK mengaku tidak tahu.

a�?Betul ada nama itu, tapi saya tidak pernah lihat dia pakai baju dinas,a�? katanya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost