Lombok Post
Headline Tanjung

Pelaku Wisata Keluhkan Dermaga di Gili Trawangan

BONGKAR MUAT: Kapal cepat dari Bali sedang bongkar muat penumpang dengan bersandar di pantai Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG-Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah daerah di Gili Trawangan. Selain soal sampah, sempadan pantai, dan abrasi, salah satu fasilitas dasar yang sangat butuh perbaikan yakni dermaga.

a�?Sudah dari dulu kita suarakan perbaikan dermaga ini. Tapi sampai sekarang belum juga disentuh,a�? keluh salah seorang pelaku wisata Gili Trawangan Acok Zani Bassok, kemarin (4/8).

Menurut Acok, kondisi dermaga yang ada di Gili Trawangan saat ini kian memprihatinkan dan membahayakan bagi wisatawan yang datang. Bahkan jika cuaca buruk sehingga menyebabkan gelombang tinggi, dermaga apung yang ada di sana juga bakal rusak.

Lebih lanjut, Acok berharap, pemerintah daerah bisa membangun dermaga yang paten di Gili Trawangan. Agar dermaga tersebut juga bisa digunakan kapal cepat untuk bongkar muat penumpang.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Tidak seperti sekarang, bongkar muat penumpang dilakukan langsung di pinggir pantai,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dishublutkan Lombok Utara melalui Kabid Perhubungan Laut Johan E. Repi mengungkapkan, untuk pembangunan dermaga di Gili Trawangan direncanakan tahun 2018. a�?Memang ada rencana di 2018. Tahun ini Gili Air yang dapat giliran (pembangunan dermaga, Red),a�? katanya.

Dijelaskan Johan, pembangunan dermaga di Gili Air dilakukan dengan anggaran yang bersumber dari bantuan Kemendes, PDT, dan Transmigrasi Rp 7 miliar. Pembangunan dermaga tersebut, selain untuk meningkatkan fasilitas di objek wisata juga untuk membatasi masuknya sejumlah kapal besar ke tiga gili. Setelah segala sesuatunya rampung, pemerintah akan membuat regulasi terkait pembatasan kapal tersebut.

a�?Progres di Gili Air sudah selesai tender tinggal dikerjakan. Lokasinya di sebelah kanan dermaga yang ada saat ini,a�? paparnya.

Dermaga yang akan dibangun di Gili Air ini rencananya berbentuk seperti huruf L. Jika dermaga ini sudah jadi dan sudah diserahterimakan ke daerah, pemkab juga akan merenovasi dermaga yang lama agar bisa dimanfaatkan kembali.

Lebih lanjut, Johan mengatakan, untuk dua gili lainnya yakni Gili Meno dan Gili Trawangan akan direncanakan selanjutnya. Untuk itu, saat ini pihaknya juga sedang merancang desain dermaga bagi dua gili tersebut.

Menurut Johan, dermaga tersebut hanya boleh digunakan bersandar bagi kapal yang memiliki berat di bawah 25 GT. Ke depan untuk kapal yang memiliki berat sampai 100 GT lebih akan dibuatkan regulasi untuk menyandar di Teluk Nara. (puj/r7)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Bupati Dorong Percepatan Pembangunan di KLU