Lombok Post
Headline Metropolis

Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 Dilaunching di Jakarta

BERI PERSEMBAHAN: Sejumlah penari dan penabuh Gendang Beleq memperkenalkan musik khas NTB di depan Gedung Kementrian Pariwisata, Jakarta, kemarin (6/8). Pertunjukan ini adalah salah satu rangkaian acara Launhing Bulan Pesona Lombok Sumbawa. IVAN/LOMBOK POST

JAKARTA-Pengembangan Pariwisata di NTB terus menggeliat. Kemarin, Dinas Pariwisata Provinsi NTB melaunching Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) di depan gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, dalam BPLS tahun ini, ada 28 event akan digelar. Event-event itu dilaksanakan dari tanggal 18 Agustus hingga 16 September 2017.

Semua event itu akan dipusatkan di beberapa wilayah. Seperti Mandalika, Kota Tua Ampenan, Sembalun, hingga Gili Tramena Begawe. a�?Dalam kegiatan itu, akan ada food street festival, rally wisata, pameran hasil bumi, musik hortikultura, seni dan atraksi budaya Lombok, hingga coaching clinic tarian Lombok,a�? kata Faozal di sela-sela acara.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Dikatakan, semua upaya ini dilakukan untuk memenuhi target 3,5 juta kunjungan wisatawan ke NTB tahun 2017. Tidak hanya itu, Faozal juga menargetkan NTB menjadi penyumbang 10 persen wisatawan mancanegara dari target Kementerian Pariwisata.

a�?Agar semua target ini tercapai, kita tidak bisa hanya fokus mempromosikan dan membenahi wisata alam. Tapi promosi wisata budaya juga harus kita gencarkan,a�? ungkap mantan Kabag Humas Pemprov NTB ini.

Selain itu, Faozal juga akan mengembangkan sekolah kepariwisataan. Ia berpendapat, pariwisata NTB akan semakin berkembang jika SDM di bidang ini juga meningkat. a�?Dengan semua upaya yang kita lakukan ini, saya yakin target 3,5 juta kunjungan wisatawan ke NTB akan dapat terpenuhi,a�? yakinnya.

Apalagi, pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata memberi dukungan penuh bagi NTB dalam memajukan pariwisata. “1,5 juta wisatawan kita targetkan untuk wisatawan mancanegara, yang dua jutanya wisatawan domestik,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan HM Ahman Sya mengatakan, saat ini Mandalika, Lombok Tengah, menjadi salah satu prioritas utama pembenahan pariwisata Indonesia. Artinya, Mandalika akan menjadi salah satu wisata andalan Indonesia.

“Saat ini penyumbang devisa negara terbesar kedua adalah pariwisata, dan beberapa tahun lagi bisa menjadi penyumbang devisa terbesar pertama,” cetusnya.

Ditetapkannya NTB sebagai salah satu prioritas utama pembenahan pariwisata Indonesia, kata Ahman, bukan semata-mata dari pihak Kemenpar. Melainkan titah langsung dari Presiden, Joko Widodo.

Selain dilihat dari potensi pariwisatanya, dinobatkannya Mandalika sebagai prioritas dilihat dari keseriusan pemerintahnya dalam mengembangkan sektor pariwisata. a�?NTB sudah memiliki semua kriteria sebagai destinasi wisata internasional,a�? tegasnya.

Semua potensi itu juga didukung dengan promosi yang sangat bagus. Sehingga, Kemenpar tidak ragu memberi target pada NTB untuk mendatangkan wisatawan di setiap event yang digelar. “Minimal 500 orang per minggu, itu angka konvensional ya. Berarti selama BPLS NTB harus mendapatkan minimal 2.000 orang,” sebutnya.

Ahman mengaku tidak khawatir dengan target tersebut jika melihat perkembangan pariwisata NTB sejauh ini. Dengan semakin banyaknya fasilitas wisata yang memadai, menurutnya 2.000 orang bukan angka yang besar untuk NTB. “Charter flight di LIA (Lombok International Airport) sudah semakin banyak, apalagi reguler flight,” ucapnya.

Namun, Ahman kembali mengingatkan untuk membenahi apa yang masih menjadi kekurangan pemerintah NTB. Secara halus ia mengatakan, kalau pembenahan pariwisata juga harus disertai dengan pembenahan masyarakatnya. Serta promosi harus dilakukan dengan lebih efektif dan produktif. “Jadi promosi jangan asal-asalan,” imbuhnya.

Ahman juga mengingatkan pentingnya pendidikan untuk memajukan sektor pariwisata. Selain untuk keberlangsungan wisata di Indonesia, target 20 juta wisatawan pada tahun 2019 disebut membutuhkan tenaga. Sehingga Kemenpar berencana akan membangun Sekolah Tinggi Pariwisata. “Kampus Pariwisata hanya akan dibangun di dua tempat, NTB dan Palembang,” pungkasnya. (van/r5)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost