Praya

Kades Wajib Gaji Marbot

PRAYA-Bupati HM Lombok Tengah (Loteng) Suhaili FT, meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Tengah (Loteng), mengontrol pembahasan APBDes di 127 desa. Karena, para Kepala Desa (Kades) diharuskan A�mencantumkan honor marbot masjid.

a�?Karena, anggarannya kita titipkan melalui alokasi dana desa,a�? kata orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut, Jumat (4/8) kemarin.

Pernyataan itu disampaikannya, karena ada beberapa Kades enggan mengalokasikan anggaran honor marbot. Padahal, mata anggarannya sudah jelas dari Pemkab. Bukan dari bagi hasil pajak, retribusi daerah, apalagi dana transfer pusat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Total anggaran yang dikucurkan Pemkab, beber Suhaili sebesar Rp 3,2 miliar, atau per marbot akan menerima honor sebesar Rp 2,5 juta per tahun. Kendati tidak seberapa, namun paling tidak honor yang dimaksud dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga mereka masing-masing.

a�?Kalau ada kades yang tidak mengindahkannya, tolong kasi tahu saya,a�? tegas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar NTB tersebut.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada PMD, agar segera menjemput bola, guna mengurus dokumen akta notaris yayasan masjid. Pemkab pun, tekan Suhaili menggratiskan pengurusan akta notarisnya. Yang terpenting, syaratnya lengkap. a�?Tolong dinas dan instansi lain membantu PMD,a�? serunya.

Ia menargetkan, tahun ini juga, seluruh kebutuhan operasional masjid di 1.324 dusun di 127 desa, di 12 kecamatan di Loteng, rampung, baik fisik maupun non fisik, tidak boleh tertunda. a�?Ingat ini baik-baik,a�? tegas Suhaili.(dss/r2)

Related posts

Wabup Pathul Bahri Klaim Gaji Perangkat Desa Lebih Baik

Redaksi Lombok Post

DVD Musik Sasak Banyak Dibajak

Redaksi Lombok post

Siap-siapa�� Polisi Mau Patroli

Redaksi Lombok Post