Lombok Post
Sumbawa

Kualitas Material Buruk, Warga Tolak Proyek Bedah Rumah

BURUK : Inilah salah satu meterial yang dipersoalkan warga penerima program RTLH yang dibiayai melalui APBD Provinsi NTB di Desa Kokarlian, Desa Senayan dan Desa Poto Tano. FARUK/RADAR SUMBAWA

TALIWANGa��Kualitas material program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTB disoal. Hampir semua warga penerima program ini mengeluhkan buruknya kualitas material yang mereka terima dari kontraktor pelaksana.

Keluhan itu disampaikan langsung penerima melalui pemerintah desa. Kepala Desa Kokarlian M Dahlan mengatakan di Desa Kokarlian terdapat 24 warga penerima yang mendapat program tersebut. Hampir semua penerima program ini mengeluhkan buruknya kualitas material yang mereka terima.

a�?a��Batako yang dibagikan kepada warga dipastikan kualitasnya sangat buruk. Jangankan dipakai untuk dinding bangunan, diangkat saja batako itu sudah hancur,a��a�� kata Dahlan, kemarin (6/8).

Selain batako, warga Desa Kokarlian juga mengeluhkan buruknya material kayu yang digunakan untuk program pembangunan RTLH ini. Kayu yang digunakan hampir semuanya dalam kondisi lapuk.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?a��Ini mengakibatkan kualitas bangunan dari proyek ini bermasalah. Ini dari sisi kualitas material, belum lagi setelah konstruksi. Kondisinya malah semakin memprihatinkan,a��a�� katanya.

Konstruksi bangunan dari proyek ini juga dinilai tidak sesuai bestek. Beberapa pilar bangunan tidak diseluruhnya dicor. Demikian halnya dengan jendela bangunan, tidak dipasang dengan tepat.

a�?a��Karena kondisinya masyarakat kami menolak program tersebut. Termasuk saya selaku kepala desa juga akan melakukan hal yang sama,a��a�� tegasnya.

Penolakan juga disampaikan Kepala Desa Senayan H Sudarli. Selain pekerjaan yang asal-asalnya, pihak pelaksana juga tidak pernah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa.

a�?a��Kami sama sekali tidak tahu tentang program ini. Tiba-tiba ada warga yang datang menolak hasil pekerjaan dari program ini,a��a�� katanya.

Mendapat laporan warga, pemerintah desa kemudian melakukan pengecekan ke lapangan. Hasilnya, ditemukan banyak pekerjaan yang dilaksanakan secara asal-asalan.

a�?a��Warga kami juga menolak, karena pekerjaannya seperti itu,a��a�� paparnya.

Bupati Sumbawa Barat Dr H Musyafirin mengakui, dirinya sudah menerima laporan tersebut. Orang nomor satu bumi penghasil tembaga dan emas ini langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (DPUPRPP) melakukan kroscek lapangan. Dia juga melakukan koordinasi dengan pihak rekanan, agar tetap memperhatikan kualitas mataerial.

a�?a��DPUPRPP sudah saya perintahkan turun melihat langsung kondisi proyek itu di lapangan. Saya minta rekanan harus bertanggungjawab,a��a�� tegasnya.

Bupati juga menyayangkan sikap Pemprov NTB sebagai pemilik proyek. Seharusnya, Pemprov NTB melakukan pengawasan maksimal. Bupati menduga, proyek yang dilaksanakan ini diduga kuat sarat dengan penyimpangan.

a�?a��Inilah kalau kita gunakan rekanan untuk pengerjaan proyek tersebut. Seharusnya, Pemprov NTB melibatkan Pemda KSB, sehingga nanti pekerjaannya bisa dilaksanakan melalui PDPGR. Kalau masih menggunakan rekanan, kami pastikan hasilnya tidak maksimal,a��a�� katanya.

Kondisi ini pernah terjadi di KSB, Kementerian PUPR melakukan bedah rumah untuk 3.883 unit rumah.

a�?a��Hasilnya tidak maksimal. Kenapa tidak dilakukan saja secara gotong royong. Itu jauh lebih baik, ketimbang menggunakan rekanan. Hasilnya pasti seperti saat ini,a��a��katanya. (far/r4)

 

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya