Metropolis

Setengah Tahun, Kota Mataram Diguyur Investasi Rp 2,32 T

MATARAM-Tidak bisa dipungkiri lagi, Kota Mataram menjadi incaran investasi. Sampai Juli tahun ini, tercatat kota telah diguyur Rp 2,32 triliun. Angka ini hampir mendekati nilai investasi pada tahun lalu, yakni sebesar Rp 2,38 triliun.

Sekedar diketahui, jika ditambah dengan investasi yang sudah masuk sejak tahun 2014, Kota Mataram membukukan investasi mencapai Rp 17,4 triliun. Di tahun 2016 lalu, investasi di tutup di angka Rp 15,080 triliun.

a�?Ini sudah melebihi target investasi yang diberikan pemerintah provinsi,a�? kata Cokorda Sudira Muliarsa, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Nilai investasi ini berpotensi melejit lagi jika revisi perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Mataram telah menjadi produk hukum. Seperti diketahui, draf revisi saat ini masih dalam proses evaluasi di Pemerintah Provinsi NTB. Setelah itu, harus mendapat persetujuan substantif dari Kementerian ATR/BPN, barulah menjadi produk hukum yang sah.

a�?Sudah ada empat hotel yang saat ini masih menunggu revisi perda RTRW,a�? Imbuh pria yang karib disapa Cok ini.

Ia mengaku belum mengetahui pasti berapa nilai investasi keempat hotel ini. Tetapi jika dalam waktu dekat revisi perda RTRW oleh Kementerian ATR/BPN disetujui, maka triliunan rupiah akan masuk ke Ibu Kota Provinsi NTB ini. Karena, empat hotel itu kategori hotel berbintang.

a�?Jadi angka Rp 2 triliun lebih itu di luar nilai investasi yang sudah masuk,a�? terangnya.

Empat hotel itu antara lain, Swiss Belhotel dengan bangunan 13 lantai, hotel milik PT PP bangunan 12 lantai, Lombok Heaven bangunan 9 lantai dan terakhir SIM hotel 8 lantai. a�?Yang terbaru dan sudah menyampaikan niat kami yakni hotel Lombok Heaven itu, rencananya di bangun di Jalan Sriwijaya,a�? terangnya.

Cok menegaskan, ditetapkannya Mataram sebagai kawasan wisata meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) mengharuskan daerah ini memiliki fasilitas akomodasi yang lengkap. Termasuk hotel-hotel berbintang. Hal ini setelah melihat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang terus bertambah.

a�?Yang jelas saat ini kita masih butuh hotel,a�? terang Cok.

Sementara itu Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menegaskan, sampai saat ini wacana moratorium hotel belum diperlukan. Ia melihat angka kunjungan wisatawan Kota Mataram masih tinggi.

A�a�?Belum ada ya, belum ada,a�? kata Ahyar.

Berbagai kegiatan dari skala lokal, nasional hingga internasional, akan memadati agenda di Kota Mataram kedepannya. Karena itu, ia melihat kebutuhan akomodasi berupa layanan jasa hotel masih dibutuhkan.

a�?Investasi juga membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat,a�? imbuhnya.

Ia masih melihat persaingan bisnis pada jasa perhotelan masih sangat besar dan menguntungkan. karena itu, hadirnya sejumlah hotel baru diyakininya tidak akan membuat okupansi hotel lama melemah. Lalu pada akhirnya membuat hotel tersebut bangkrut dan tutup.

a�?Kita masih punya banyak agenda nasional ke depan, kemarin saja kita mencatatkan angka kunjungan wisatawan mencapai 600 ribu lebih,a�? ujarnya percaya diri. (zad/r3)

Related posts

Nikah Dunia Maya? Jangan!

Iklan Lombok Post

WOW… Sewa Mobil Dewan Rp 13 Juta Sebulan

Redaksi Lombok Post

Marhaban Perang Diskon

Redaksi Lombok post