Selong

Gagal Adipura, Ini Kilah Pemkab Lotim

SELONG-Piala Adipura tinggal kenangan bagi Lombok Timur (Lotim). Tahun ini, Lotim kembali gagal meraih piala Adipura. Kondisi drainase yang buruk, sampah yang berterbaran di pasar dan sungai menjadi alasan kuat Lotim gagal meraih piala Adipura.

a�?Kebersihan sungai dan pasar yang menjadi PR bagi Lotim ke depan untuk meraih piala Adipura,a�? kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Mulki.

Terakhir kali Lotim mendapat piala Adipura, itu sekitar tahun 2010 lalu. Sejak saat itu, Lotim tak pernah lagi meraih penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan. Kondisi pola hidup masyarakat dan tata kelola kebersihan menjadi pemicu gagalnya Gumi selaparang meraih Adipura.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Untuk itu Mulki mengaku akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait menindaklanjuti hal ini. a�?Bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman, Badan Pendapatan Daerah,a�? cetusnya.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Setda Lotim Ahmad Subhan mengaku penilaian dan persyaratan untuk meraih penghargaan Adipura semakin ketat. Dilihat dari tahun 2016 lalu, 99 kabupaten kota meraih Adipura. Namun tahun ini menurun yaitu sebanyak 22 kabupaten kota dengan rincian enam kabupaten kota meraih Adipura kencana dan 16 kabupaten kota meraih Adipura.

a�?Kriteria penilaian yang semakin ketat dan ditingkatkan membuat banyak kabupaten kota yang gagal memenuhi kriteria untuk meraih piala Adipura pada tahun ini termasuk Kabupaten Lombok Timur,a�? akunya.

Meskipun secara umum dikatakannya kebersihan lingkungan kota Selong sudah terkelola lebih baik setelah terbentuknya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Namun sebagai evaluasi, ia mengaku perlu terus melakukan pembenahan-pembenahan untuk perbaikan ke depan termasuk pengelolaan sampah di TPS maupun di TPA.

a�?Hasil penilaian Adipura bukanlah tujuan akhir. Yang utama bagaimana Pemda melalui dinas terkait terus memacu diri meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi dan membangun kesadaran masyarakat,a�? ucap mantan Kabid Disiplin BKD Lotim tersebut.

a�?Masalah kebersihan dan lingkungan hidup merupakan persoalan kita bersama,a�? tandasnya. (ton/r2)

Related posts

Tak Ada Larangan Sedot Pasir

Iklan Lombok Post

Lotim tanpa Wakil di Asean Games

Redaksi LombokPost

Truk Pegangkut BBM Bersubsidi Ditahan Polisi

Redaksi Lombok post