Lombok Post
Metropolis

Jangan Sakiti Pohon Itu! Baliho Balon Gubernur Harus Ditertibkan

LANGGAR ATURAN: Salah satu baliho milik bakal calon gubernur NTB, yang terpasang di sisi jalan Tumpang Sari, Cakra Timur, Kota Mataram, Senin (7/8). Baliho ini dipasang dengan diikat pada tiang PJU dan tanaman di sekitar jalan. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Tindakan yang salah tentu harus berani ditegur. Begitu juga pelanggaran harus ditindak. Tetapi, upaya ini rupanya belum bisa dilakukan sepenuhnya oleh tim pengawas baliho dan spanduk dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Mataram.

Sejumlah baliho pasangan calon yang terpasang di beberapa titik jelas-jelas melanggar aturan. Seperti yang terpantau, baliho yang dipasang oleh relawan Ali BD di jalan Tumpang Sari. Baliho ini dipasang dengan diikat pada tiang Penerangan Jalan Umum (PJU).

a�?Benar itu tidak boleh, kami baru tahu ada seperti itu,a�? kata Kepala Seksi Kegiatan Pemanfaatan Penataan Ruang, DPKP Kota Mataram Agus Mariadi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Pihaknya siap bertindak tegas. Hanya saja, terlebih dahulu perlu melakukan koordinasi dengan pimpinannya. a�?Jujur ya, ada beberapa baliho yang membuat kami dilema bertindak di lapangan. Kami sering dianggap tebang pilih,a�? ungkapnya.

Di satu sisi, beberapa baliho itu memang memanfaatkan fasilitas umum, baik PJU atau pohon yang dilindungi. Tetapi di sisi lain, jika ngotot bertindak, ia khawatir akan menimbulkan gesekan politis yang dampaknya bisa jauh lebih besar.

a�?Kami bukannya takut, tapi kami harus bisa bedakan mana yang kategori wajar dan boleh, mana yang tidak boleh,a�? jelasnya.

Karena itu, ia mengaku perlu melakukan koordinasi dulu dengan pimpinannya. Walau ia juga pernah dimintai untuk menindak tegas terhadap baliho-baliho yang menganggu kenyamanan masyarakat umum.

a�?Politik ini sangat sulit ditebak, kami khawatir tindakan kami untuk menjaga ketertiban kawasan, justru dibesar-besarkan oleh salah satu pihak. Sehingga persoalannya bisa melebar ke mana-mana,a�? sambungnya.

Agus mengaku, sampai saat ini, pihaknya belum pernah melakukan penurunan baliho pasangan calon. a�?Kecuali kalau ada yang tertimpa angin, roboh ya itu baru kami tertibkan, jumlahnya ya satu-dua, sementara lainnya belum ada,a�? terangnya.

Apalagi konten dari baliho itu bersifat pribadi. Tujuannya hanya untuk mempromosikan diri. Berbeda halnya jika konten itu terkait iklan produk yang tujuannya komersil. a�?Kalau yang komersil, kami tidak ragu menindaknya,a�? tandas Agus.

Terpisah, Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang terlihat hati-hati memberi komentar terkait penertiban baliho. Hanya saja, ia memberi catatan pada DPKP agar siap bertindak tegas jika baliho milik pasangan calon, terbukti melanggar aturan-aturan yang ada.

a�?Ikuti aturan yang ada, pastikan kondisi semua baliho sesuai dengan aturan yang ada,a�? kata Martawang.

Ia juga menyayangkan jika ada baliho atau spanduk yang memanfaatkan fasilias umum. Baik itu berupa tiang PJU, pohon atau dipasang di rumah ibadah. Bagi Martawang itu jelas-jelas melanggar aturan dan harus ditindak, tanpa pandang bulu.

a�?Janganlah hanya karena niat berpromosi lalu merusak apa yang sudah kita tata,a�? ujarnya pelan.

Ia juga memberi catatan pada baliho yang jelas-jelas dipaku di pohon-pohon yang dilindungi oleh pemerintah. Idelanya pohon seperti itu, harus dirawat dan dijaga secara bersama-sama. Bukan malah berlomba-lomba memanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

a�?Janganlah sakiti pohon-pohon yang dilindungi itu,a�? tutupnya. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost