Lombok Post
Kriminal

Mantan Kepala SMPN 6 Mataram Terbukti Pungli

VONIS SATU TAHUN: Terdakwa pungutan liar UNBK di SMPN 6 Mataram Lalu Marwan divonis bersalah dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (7/8). Mantan Kepala SMPN 6 Mataram ini mendapat hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Mantan Kepala SMAN 6 Mataram Lalu Marwan terbukti bersalah melakukan pungutan liar (Pungli) untuk UNBK. Atas dasar itu, Majelis Hakim memvonis terdakwa dengan hukuman satu tahun penjara, dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (7/8).

Selain pidana penjara, Lalu Marwan juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta. Jika terdakwa tidak mampu membayar, maka harus diganti dengan kurungan satu bulan di penjara.

a�?Memutuskan terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan,a�? kata Ketua Majelis Hakim Ferdinand M Leander, kemarin.

Putusan hakim itu, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, di sidang tuntutan, JPU meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman setahun enam bulan. Selain itu, JPU menuntut denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan penjara.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Terdakwa, lanjut Ferdinand, terbukti bersalah pada dakwaan kedua dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

a�?Terbukti dalam dakwaan kedua,a�? kata dia.

Dalam keterangan terdakwa di persidangan, praktik pungli untuk persiapan UNBK rupanya tidak hanya dilakukan di SMPN 6 Mataram saja. Sejumlah sekolah di Kota Mataram, pun melakukan praktik pungutan serupa.

Hanya saja, ketika terjadi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Saber Pungli NTB awal tahun ini, sekolah lain mencari aman. Mereka mengembalikan uang yang telah ditarik dari orang tua siswa.

a�?Ada sekolah lain yang juga melakukan. Namun karena ada OTT pungli ini, mereka ramai-ramai mengembalikan,a�? beber Ferdinand.

Ferdinand menilai, apa yang dilakukan terdakwa diniatkan untuk memajukan sekolah. Tetapi, ditempuh dengan cara yang salah. Karena itu, ada konsekuensi hukum atas perbuatan tersebut.

a�?Niatnya seperti itu. Pertimbangan dari kami juga karena nilai yang dinikmati terbilang sedikit, hanya sekitar Rp 2 juta,a�? kata dia.

Usai membacakan putusan, majelis hakim mempersilakan terdakwa untuk memberikan tanggapan. Apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.

Setelah berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, terdakwa langsung memutuskan untuk menerima putusan tersebut. a�?Saya terima putusan itu,a�? kata Lalu Marwan.

Sementara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB Supardin mengaku akan pikir-pikir dulu. a�?Kami pikir-pikir dulu yang mulia,a�? ujarnya.

Diketahui, dalam perkara ini terdakwa diduga melakukan pungli kepada siswa kelas tiga. Tujuannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan UNBK 2017. Setiap siswa diminta untuk mengeluarkan dana sebesar Rp 300 ribu.

Dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 95 juta. Saat operasi tangkap tangan tim saber pungli berhasil mengamankan barang bukti uang sekitar Rp 24 juta. Kini uang tersebut dirampas dan disetorkan untuk negara.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost