Lombok Post
Giri Menang Headline

Pak Bupati, Kami Terisolir!

BUTUH BANTUAN: Sejumlah warga menyeberangi sungai yang airnya sedang surut di Dusun Mecanggah, Desa pelangan, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, kemarin (7/8). Masyarakat di tiga dusun, yakni Mecanggah, Pengendang, dan Gunung Bit membutuhkan dibangunnya jembatan permanen untuk memudahkan akses perekonomian sehari-hari. DEWI/LOMBOK POST

GIRI MENANG-Tiga dari dua puluh dusun di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terisolir. Yaitu, Dusun Mecanggah, Pengendang, dan Gunung Bit. Warga setempat mendambakan jalan penghubung antara permukiman mereka dengan jalan raya Mekaki, Gebang Tebel.

a�?Kami terisolir,a�? ujar Kepala Dusun Mecanggah H Syamsul Aziz, kemarin (7/8).

Ketiga wilayah yang dikelilingi Sungai Pelangan ini harus merasakan pahit. Ketika banjir melanda, air sungai bisa meluap hingga 12 meter. Tak pelak hal ini melumpuhkan kegiatan perekonomian warga setempat.

a�?Bahkan bisa ke permukiman warga di sekitar sungai,a�? tambahnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Selain menghambat perekonomian warga, banjir dapat mengganggu pendidikan dan kesehatan warga. Untuk pendidikan, karena tak adanya jembatan penghubung, sebagian besar anak murid yang bersekolah di dusun ini memilih tidak bersekolah. Karena jika nekat menyeberangi sungai bisa terbawa arus yang deras.

a�?Orang tua mereka juga takut untuk mengantarkan anak-anaknya bersekolah,a�? kata Aziz.

Begitu juga dengan kesehatan. Tak jarang saat banjir melanda, para ibu-ibu hamil yang akan melahirkan terpaksa harus melahirkan di rumah. Karena untuk menuju ke puskesmas terdekat menempuh jarak hingga tujuh kilometer. Belum lagi, ketika warga baik usia tua dan muda yang diserang penyakit.

a�?Saat ini air sungai sedang surut, sedikit memudahkan, tetapi melintasi sungai pun terbatas, karena akses jalannya yang kurang dari kata layak,a�? jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Pengendang Ketut Semara menyampaikan, warga di tiga dusun sangat membutuhkan perhatian pemerintah kabupaten (pemkab) Lobar. Sebab total warga yang berada ditiga dusun sekitar 500 kepala keluarga (KK).

Diakui, sebelumnya di wilayah ini sudah pernah dibangun jembatan kayu sebagai jembatan darurat dari PNPM. Namun, belum lama digunakan, jembatan tersebut sudah rusak.

a�?Kami ingin ada jembatan yang bisa dilalui minimal kendaraan beroda empat,a�? tambahnya.

Kepala Desa Pelangan Zulkifli membenarkan, hal tersebut sudah lama terjadi. Jembatan dinilai sebagai kebutuhan primer warga saat ini. Sehingga diharapkan leading sektor dibidang ini dapat mendukung pengadaan jembatan. Agar kehidupan warga setempat dapat layak seperti ibukota kabupaten.

a�?Jembatan ini untuk mempercepat akses masyarakat, mereka yang petani dapat segera menjual hasil panen, yang sakit bisa segera ke puskesmas, begitu juga anak murid dan guru pengajar bisa bersekolah,a�? papar Zulkifli.

Ia juga mempertanyakan kelanjutan rencana hibah rangka jembatan. Diakui, pada masa pemerintahan H Zaini Arony, warga dijanjikan hal ini bahkan sudah persuasif bersama Dinas Pekerjaan Umum Lobar.

a�?Namun karena insiden pada Pak Zaini terjadi, perubahan manajemen kabupaten terjadi, apa yang diharapkan masyarakat belum terwujud,a�? tutupnya. (ewi/r5)

 

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost