Lombok Post
Kriminal

Curi Laptop, Ramdan Kembali Masuk Bui

DIDIT/LOMBOK POST DITANGKAP POLISI: Tiga tersangka, Ramdan (kanan), Nuri (tengah), dan Jali di Polres Mataram, kemarin (8/8).

MATARAM–Meski masih menjalani hukuman binaan di Balai Pemasyarakatan (Bapas), niat jahat Ramdan tak juga hilang. Pria 31 tahun ini malah melakukan pencurian dua laptop. Nekatnya lagi, Ramdan melakukan pencurian di perumahan pegawai Bapas Mataram.

Menurut keterangan polisi, Ramdan melakukan pencurian dalam dua kali percobaan. Aksi pertama dilakukan pertengahan Juni, sedangkan pencurian keduanya ia lakukan pada Sabtu (5/8), tepat saat pelaku berulang tahun.

Niat mencurinya, diakui Ramdan, muncul saat ia bekerja di Bapas Mataram sebagai perajin cukli. Dia memanfaatkan kondisi rumah di perumahan Bapas yang ditinggal pemiliknya karena bekerja.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Karena itu, pencuriannya selalu dilakukan saat siang hari. Caranya, dengan memanjat atap dan menjebol plafon rumah. Setelah berada di dalam rumah, Ramdan menuju kamar tidur korban dan mengambil satu unit laptop.

Merasa aksinya berjalan lancar, pria yang telah menjalani vonis satu tahun penjara ini, kembali mengulangi perbuatannya. Sasarannya yakni di rumah pertama tempat ia mencuri.

a�?Dia mencuri dua kali di rumah yang sama,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin (8/8).

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi berhasil membekuk pelaku. Ramdan ditangkap ketika tengah bekerja di Kantor Bapas Mataram, sekitar pukul 14.00 Wita, Senin (8/8).

Selain Ramdan, polisi juga berhasil menangkap dua pelaku yang berperan sebagai pembeli barang curian, yakni Nuri dan Jali. Kedua pembeli masing-masing ditangkap di rumahnya, di Kelurahan Sayang-Sayang, Kota Mataram dan Lingsar, Lombok Barat.

Muhammad mengatakan, laptop yang diambil tersebut dijual tak lama setelah pelaku beraksi. Untuk laptop dengan merek Acer, dijual seharga Rp 800 ribu kepada Jali. Sedangkan laptop dengan merek Sony Vaio dijual kepada TR (inisial, Red) yang kini masih buron, sebesar Rp 500 ribu.

a�?Nuri itu kita tangkap karena menerima gadai dari pelaku TR. Harganya Rp 300 ribu,a�? kata Muhammad.

Sementara itu, Ramdan mengaku membutuhkan biaya untuk kebutuhan hidup keluarganya. Hasil bekerja sebagai perajin cukli, dia anggap tak cukup untuk makan sehari-hari.

a�?Bayarannya tidak tentu, karena borongan. Jadi terpaksa juga mencuri ini,a�? kilahnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost