Lombok Post
Metropolis

Macet di Ruas Jalan Pejanggik Sudah Kebangetan, Pak!

PADAT: Beberapa kendaraan roda empat dan dua, merayap pelan di ruas jalan Pejanggik (Depan SMK Kesuma), sementara separuh badan jalan digunakan untuk parkir kendaraan. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Kemacetan di ruas-ruas jalan utama, semakin hari kian tak terkendali. Idealnya, Dinas Perhubungan (Dishub) tidak boleh diam saja. Sebab semakin hari, persoalan ini terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Salah satu titik yang krodit dengan persoalan kemacetan yakni, sepanjang jalan Pejanggik dari depan SDN 2 Cakranegara, SMAK Kesuma, hingga SMPK Kesuma.

Pantauan Lombok Post Selasa (8/8) kemarin, kemacetan membuat kendaraan merayap sangat pelan. Beberapa kendaraan roda empat, berjejer sampai empat lapis menutupi badan jalan. Sampai menutup separuh lebih badan jalan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

“Memang itu tidak bisa kita hindari,a�? kata Kepala Bidang Keselamatan Pengendalian Lalu Lintas, Dinas Perhubungan, Mahfudin Noor.

Diakuinya, kemacetan di tempat itu sudah sejak lama tarjadi. Tetapi akhir-akhir ini terlihat lebih parah, sejak penerimaan siswa baru. Banyak pengendara yang menyesalkan karena para orang tua wali yang menjemput anaknya, sama sekali tidak peduli dengan kemacetan yang terjadi.

“Kita masih upayakan cara-cara rekayasa lalu lintas,a�? sambungnya.

Ditambahkan Fudin, tiga sekolah di ruas jalan itu, semuanya tidak memiliki lahan parkir. Praktis jika ada orang tua atau wali yang menjemput memanfaatkan badan jalan.

Hanya saja, Fudin juga menyayangkan, para orang tua wali lebih memilih menutup jalan dari pada parkir ke tempat yang relatif aman tetapi agak jauh. “Jadi seharusnya jangan mau enaknya saja,a�? sesalnya.

Pihaknya sudah mewacanakan barikade jalan. Supaya kendaraan yang parkir di tempat itu, tidak boleh melebihi batas yang telah ditentukan. Tetapi hingga kemarin, wacana itu tidak terlihat dari pihaknya.

“Kalau kendaraannya banyak, ya selebihnya (parkir) ke timur,a�? arahnya.

Ia juga mengaku ingin melakukan pendekatan dengan pihak sekolah. Bagaimana agar para penjemput diarahkan masuk ke dalam jalan-jalan penghubung ruas utama. Tidak malah berjejer semerawut seperti saat ini.

Sayangnya, saat dimintai ketegasan penindakan, Fudin terlihat masih kompromis. Penegakan aturan secara hukum menurutnya belum bisa dilakukan, mengingat instrumen aturan berupa regulasi detailnya belum tuntas.

a�?Kita sudah ada gembok sebanyak 10, tetapi belum bisa diterapkan karena kita harus lengkapi dengan regulasi. Selain itu kita juga harus berkoordinasi dengan kepolisian,a�? kelitnya.

Sementara itu, Pengamat Transportasi dari Universitas Mataram (Unram), Wayan Suteja mengaku sudah meramalkan akan ada persoalan krodit dengan transportasi di Kota Mataram. Hal ini, karena pemerintah, daerah disebut tidak mengidahkan prinsip tata ruang.

“Contoh yang lain, seperti Transmart itu saja, coba pikir masak pusat perbelanjaan dibangun di sana,a�? kiritik Wayan.

Menurutnya, pemkot hanya mengulang kesalahan yang dibuat kota-kota besar yang kini tengah menghadapi persoalan sulit mengurai kemacetan. Seperti, Jakarta, Surabaya, Medan dan daerah lain.

Menurutnya kajian teknis dan akademis pusat perbelanjaan itu, terkesan dipaksakan. “Saat ini kemacetan memang belum terlalu, tetapi nanti, coba lihat,” ungkapnya.

“Saat ini kalau diibaratkan bisul, potensi-potensi kemacetan ini mulai memerah. Suatu saat pasti meledak, seperti di SMP 15 Mataram, dan seterusnya, lalu di SDN 2 Cakranegara dan sterusnya,” tandas Suteja. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost