Lombok Post
Metropolis

Dua Jempol Buat RSUD Kota

SIMBOLIK: Dari kanan ke kiri, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, Ketua DPRD H Didi Sumardi, Kapolres Mataram AKBP Muhammad dan Direktur RSUD Kota Matraram HL Herman Mahaputra, meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru RSUD Kota Mataram, Rabu (9/8). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Jumlah pasien RSUD Kota Mataram terus meningkat. Kondisi ini tidak terlepas dari fasilitas, pelayanan, dan kenyamanan yang diberikan kepada pasien dan keluarga pasien.

Sejauh ini, kinerja manajemen RSUD Kota Mataram memang patut diacungi jempol. Tidak cukup satu jempol, tapi dua jempol sekaligus. Dan itu diakui sendiri oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Sejumlah inovasi juga terus dimunculkan. Sehingga, hampir setiap tahun, selalu ada yang baru di rumah sakit yang dipimpin oleh Dokter Lalu Herman Mahaputra ini.

Kemarin, giliran jumlah unit hemodealiasa atau alat cuci darah yang ditambah. Dari yang awalnya hanya satu unit, kini sudah beroperasi 15 unit alat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

a�?Pelayanan Hemodialisa kita akan menjadi center di NTB, kita akan lengkapi dengan 60 unit alat cuci darah lagi nanti,a�? kata Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra.

Pria yang akrab disapa Dokter Jack ini juga mengimbangi penambahan fasilitas dengan pembangunan gedung Hemodialisa. Dengan harapan para pasien yang mengikuti layanan cuci darah di RSUD Kota Mataram bisa lebih nyaman dan aman.

Selain itu, Rabu (9/8) kemarin peletakan batu pertama gedung IGD terintegrasi dilakukan. Ini dikatakan Jack sebagai bentuk riil peningkatan pelayanan kesehatan. Bangunan ini akan terdiri dari lima lantai. a�?Serta dengan fasilitas pelayanan yang lengkap,a�? jaminnya.

Kondisi IGD yang dimiliki RSUD Kota Mataram saat ini tidak layak dan mampu menampung kunjungan pasien yang terus membeludak. A�Sepanjang tahun 2016 saja, total kunjungan mencapai angka 60 ribu.

Pihak Manajemen sebenarnya sudah melakukan sejumlah inovasi guna mengurangi kunjungan pasien. “Diantaranya dengan membuat layanan antar obat gratis dan menyiapkan armada untuk melakukan pelayanan home care,a�? terangnya.

Tetapi, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat membuat RSUD semakin dipadati kunjungan pasien.

Untuk menjaga kepercayaan yang semakin tinggi itu, kini RSUD bekerja sama dengan pihak ketiga. “Kita ada pelayanan darurat, tinggal tekan angka 119 akan dijemput di rumah bersangkutan dan tidak dipungut biaya,a�? jaminnya.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengapresiasi kerja manajemen sampai saat ini. Bagi Ahyar ini merupakan catatan prestasi gemilang RSUD kebanggaan warga Kota Mataram ini.

a�?Keberhasilan RSUD masuk dalam 10 Besar Rumah Sakit Inovatif di Indonesia dan menjadi rumah sakit dengan akreditasi paripurna,a�? puji Ahyar.

Dengan dibangunnya IGD Terintegrasi ini, Ahyar yakin ini terobosan dan keberpihakan yang nyata di bidang kesehatan. Apalagi RSUD Kota Mataram bukan hanya melayani masyarakat kota saja. Tetapi mampu memberi kontribusi bahkan rujukan utama masyarakat dari kabupaten-kota lain.

a�?Kita tentu akan terus dorong, peningkatan kualitas pelayanan RSUD,a�? jaminnya. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost