Lombok Post
Sumbawa

Kades Poto Akui Nikah Siri dengan SI

GEREBEK : Hz (dua dari kiri) dan SA (tiga dari kiri) saat diamankan setelah digerebek oleh ZA dari sebuah kamar hotel di seputaran Labuhan Badas RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWA– Kepala Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Hamzah akhirnya angkat bicara terkait sejumlah persoalan yang menjeratnya. Hamzah menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Poto. Hamzah juga mengaku bahwa dia sudah menikah siri dengan SI.

A�Kepada wartawan, Hamzah menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Sumbawa, khususnya warga Desa Poto. Hamzah mengatakan, apa yang telah dilakukan merupakan kekeliruan semata. Hamzah memaparkan, bahwa dia bersama SI sudah melakukan nikah siri. Pernikahan siri tersebut dilakukan 32 hari setelah menerima putusan sidang A�dan telah habis masa iddahnya.

a�?a��Nikah siri ini dilakukan tepatnya tanggal 24 Juli 2017 lalu,a�? ujarnya kepada wartawan, kemarin (9/8).

A�Selama ini Hamzah belum berani mengungkapkan hal tersebut. Lantaran belum memberitahukan pernikahan sirinya dengan SI kepada istrinya. Karena itu, Hamzah membawa SI ke salah satu hotel. Jadi secara agama SI merupakan istri sah Kades Poto dan bukan melakukan perzinahan dengan SI. Setelah menceritakan hal tersebut kepada istrinya, akhirnya Hamzah memiliki keberanian berbicara dan mengklarifikasi isu miring tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Selain itu, dia juga mengaku sudah berdamai dengan ZA, yang menurut Hamzah mantan suami dari SI. Perdamaian ini dilakukan di Kantor Camat Moyo Hilir, Senin (7/8) lalu. Saat itu juga hadir camat setempat, pihak keluarga dari mantan suami istri sirinya, juga SI beserta keluarga yang didampingi oleh pihak kepolisian. Setelah ada kesepakan damai, laporan polisi atas dugaan perzinahan itu juga sudah dicabut oleh ZA.

A�Hamzah juga memaparkan alasan dirinya masuk kantor. Ada desakan dari masyarakat yang mendukung agar dirinya bekerja seperti biasa. Selain itu Hamzah juga hendak mengklarifikasi isu miring atas dirinya kepada staf dan masyarakat lainnya. Akan tetapi, belum sempat mengklarifikasi hal itu, sekelompok masyarakat datang melakukan penyerangan dan pengerusakan terhadap kantor desa.

Bahkan sejumlah orang hampir menebas dirinya. Beruntung dia mengamankan diri ke dalam ruangan kepala desa. Setelah itu, pihak kepolisian datang dan mengamankan dirinya ke Polres Sumbawa.

A�Terkait dengan penyerangan tersebut, Hamzah menduga bahwa sekelompok warga itu diprovokasi. Sehingga mereka bergerak dan merusak kantor desa. Diduga kuat ada pihak yang menunggangi kasus yang menimpanya. Karena itu, diharapankan kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas pengerusakan tersebut. Serta mencari aktor intelektual di belakang aksi pengerusakan itu.

a�?Kantor desa merupakan aset negara yang wajib dijaga,a��a�� katanya.

Terkait adanya desakan terkait pemberhentiannya, jika terbukti melanggar aturan dia menyatakan siap menerima putusan tersebut. Asalkan tidak bertentangan dengan undang-undang dan aturan yang berlaku. Jika masyarakat berkenan, dia sanggup untuk menjalani sisa masa jabatannya.

A�a�?a��Saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada warga masyarakat Desa Poto. Sekali lagi saya berharap kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus pengerusakan kantor Desa Poto. Mencari siapa saja yang terlibat dan aktor intelektual yang memanfaatkan masyarakat melalui kasus yang menimpa saya,a�? kata Hamzah. (run/r4)

 

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya