Lombok Post
Metropolis

Kemacetan Mataram Semakin Menjengkelkan

KOK MAKIN PARAH: Kemacetan semakin parah terlihat di berbagai ruas jalan perkotaan. Salah satunya di jalan Pejanggik depan SMPN 15 Mataram. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Persoalan kemacetan di Kota Mataram, semakin menjadi-jadi. Bahkan kini tarafnya sudah sangat menjengkelkan.

Anehnya, Pemkot Mataram terlihat masih tenang-tenang saja. Belum ada langkah nyata yang dilakukan untuk mengurai kemacetan ini.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska pun mengkritik habis Dinas Perhubungan Kota Mataram. Kepala Dishub Kota Mataram pun dianggap gagal total dan hanya dianggap cerdas dalam membuat wacana.

“Coba Dishub ini jangan hanya berwacana saja,a�? kritik Wiska tajam.

Menurutnya masyarakat tentu sudah jenuh dengan wacana-wacana yang hanya sempat menghangat di awal, tetapi pada akhirnya hilang tidak ada kabar. Ia mencontohkan seperti pesoalan BRT, lalu rencana tentang angkutan kuning yang mau dijadikan feeder, menyusul penerapan karcis parkir.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Tetapi, semua seperti berakhir wacana. Memang, ada pengawasan sesaat. Tetapi tidak pernah berkelanjutan. Dampaknya, tidak pernah bisa dirasakan nyata oleh masyarakat.

a�?Lalu sekarang persoalan macet ini, dari dulu kabarnya mau ada tindakan, tapi mana?a�? keluhnya kecewa.

Kritik Wiska dipertajam lagi pada Bidang Keselamatan Pengendalian Lalu Lintas, Dinas Perhubungan yang tidak kunjung riil tindakannya di lapangan. Sejak tahun lalu, sudah melempar wacana, menggembosi, menderek, sampai menggembok kendaraan yang parkir sembarangan. “Kalau begini kan parah!a�? cetusnya.

Wiska sendiri mengaku heran. Apa yang membuat mereka takut menegakan aturan. Idealnya pada masyarakat lah mereka menunjukan kualitas kinerjanya. Dengan membuktikan hasil kerja yang nyata.

Sepengetahuannya, ada anggaran sebesar Rp 90 juta, dianggarkan dalam satu tahun sebagai a�?honora�� pegawai Dishub melakukan pengawasan di lapangan. Termasuk pengawasan kemacetan. Tetapi jika anggaran itu ternyata saat ini tidak membuahkan hasil apa pun, tentu masyarakat akan sangat kecewa dengan semua ini.

a�?Oh ya dong (kecewa), kemacetan masih ada tetapi anggaran terus mengucur, ini bagaimana?a�? katanya heran.

Terpisah, Sekretaris Dishub Kota Mataram, Cukup Wibowo hanya bisa menjawab normatif. Menurutnya ada tiga bidang di instansinya yang punya tupoksi masing-masing dalam penanganan persoalan kemacetan.

a�?Jadi ada yang urus soal BRT, Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, dan Keselamatan Pengendalian Lalu Lintas,a�? terangnya.

Persoalan kemacetan ini, ditangani oleh Bidang Keselamatan Pengendalian Lalu Lintas. Karena itu, Cukup mengatakan perlu melakukan koordinasi dulu dengan bidang terkait. Guna mengurai persoalan kemacetan yang kini terus jadi sorotan.

“Tentu kami harus koordinasi dulu soal itu,a�? tandansya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post