Lombok Post
Headline Selong

Usul Gaji DPRD Lotim Naik 100 Persen

RAPAT PARIPURNA: Sejumlah anggota DPRD Lotim bersama para pejabat eksekutif saat menggelar rapat di aula kantor DPRD Lotim kemarin (9/8). TONI/LOMBOK POST

SELONG-Sejumlah anggota DPRD Lombok Timur (Lotim) beberapa hari terakhir disibukkan oleh rapat pembahasan KUA PPAS APBD Perubahan 2017. Bersama pejabat eksekutif Pemda Lotim beberapa hal dibahas dalam rapat paripurna ini.

Salah satunya yakni pembahasan usulan kenaikan gaji para anggota legislatif. Tak tanggung-tanggung, jumlah kenaikan gaji dewan Lotim yang diusulkan dua kali lipat dari jumlah sebelumnya.

a�?Sudah diparipurnakan tapi itu masih usulan. Nanti Perbup yang menentukan besaran gaji dewan itu. Dari Sekretariat Dewan itu usulan kenaikan sekitar 100 persen,a�? kata Sekretaris DPRD Lotim H Kaharudin.

Dijelaskannya itu nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan daerah dan ditentukan oleh Perbup. Jika gaji anggota dewan saat ini disetujui, otomatis dompet para wakil rakyat dipastikan lebih tebal. Dimana gaji untuk pimpinan dewan Lotim yang berkisar Rp 21 juta untuk pimpinan dewan, maka setelah kenaikan nanti gaji para pimpinan mencapai Rp 42 juta. a�?Kalau anggota dewan, dari yang semula memiliki gaji Rp 15-16 juta setelah usulan kenaikan disetujui nanti maka akan memiliki gaji sekitar Rp 30 juta,a�? beber Kaharudin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Dasar usulan ini menurutnya tidak semaunya dilakukan oleh para dewan. Karena ada sejumlah item yang dijadikan landasan untuk usulan kenaikan gaji dewan sebanyak 100 persen. a�?Kalau nggak salah ada sekitar sembilan item, ada tunjangan biaya transportasi dan tunjangan lainnya,a�? terangnya.

Sementara itu, Bupati Lotim Ali BD kepada Lombok Post sebelumnya mengaku mendukung adanya rencana kenaikan gaji anggota dewan di kabupaten kota. a�?Bagus itu ya, saya senang. Karena mereka ini kan lima tahun, mereka juga bukan pegawai,a�? kata dia.

Dewan dinilai bupati adalah pejabat negara yang telah banyak berjasa. Bahkan mereka juga dikatakannya patut mendapatkan tunjangan pensiun karena telah berjasa pada negara. Selain itu, dewan juga ditegaskannya tidak harus masuk ke kantor seperti anak sekolahan. Karena anggota DPRD yang tepat harusnya berada di tengah-tengah masyarakat

A�a�?Kinerja dewan Lotim sudah bagus ya, nggak ada masalah. Saya juga setuju tetap ada dana aspirasi dewan karena dia lebih dekat dengan masyarakat,a�? ucapnya.

Berbeda dengan bupati, Ketua Persatuan Aktivis Lotim Muhyi menentang rencana kenaikan gaji dewan. Karena menurutnya kemiskinan di Lotim saat ini dinilainya sedang merajalela. a�?Dewan yang sekarang ini memprioritaskan diri menumpuk kekayaan mereka

A�a�?Harusnya dewan malu. Mereka tidak bekerja dan mereka sangat tidak pantas naik gaji,a�? pungkasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost