Lombok Post
Kriminal

Simpan Sabu, Pasutri Ditangkap di Praya

PASUTRI DITANGKAP: Terduga penyalahguna narkotika asal Lombok Tengah, LS dan SW ditangkap polisi karena kedapatan memiliki sabu dengan berat kotor 2,46 gram. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Pasangan suami istri dengan inisial LS, 45 tahun dan SW, 41 tahun ditangkap Subdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB. Keduanya diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu, di wilayah Lombok Tengah (Loteng).

Menurut keterangan polisi, penangkapan terhadap keduanya didahului dengan penyelidikan selama hampir tiga bulan. Berdasarkan keterangan dari masyarakat yang menyebutkan jika LS dan SW terlibat narkotika.

Mereka diduga kerap melakukan transaksi narkotika di kediamannya, di Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Loteng. Karena itu, pada Rabu (9/8) sekitar pukul 16.30 Wita, polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku.

Dugaan polisi ternyata benar. Setelah menggeledah isi rumah pelaku, petugas mendapati sejumlah barang bukti narkotika. Antara lain, lima poket sabu dengan berat kotor 2,46 gram; satu alat hisap lengkap; dan satu timbangan elektrik.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”149″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Selain itu, di TKP polisi juga mengamankan uang sekitar Rp 47 juta dan 13 ribu Yen. a�?Saat ditangkap itu mereka mau melarikan diri,a�? kata Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra, kemarin (14/8).

Informasi yang koran ini dapatkan, kedua pelaku merupakan anak dan menantu dari salah satu mantan Bupati Loteng. Namun ketika dikonfirmasi hal tersebut, Satra enggan untuk mengomentarinya.

Kembali ke kasus LS dan SW, sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap keduanya. Apakah mereka, termasuk dalam kategori pengedar atau sekadar pengguna. Sebab, dari pengakuan SW, sabu yang ditemukan polisi hanya untuk konsumsi pribadi. Tetapi saat penggeledahan, polisi menemukan timbangan elektrik, yang biasanya digunakan pengedar dan bandar narkotika.

a�?Itu masih kita dalami. Termasuk uang yang kita temukan, apakah itu hasil penjualan sabu atau bukan,a�? kata dia.

Kata Satra, kedua pelaku merupakan residivis. Mereka sempat masuk bui karena kasus yang sama dan menjalani hukuman empat tahun penjara di Lapas Mataram. Saat itu LS ditangkap jajaran Polres Mataram, sedangkan WS diciduk tim Polda NTB.

a�?Sudah pernah masuk (penjara) 2009, hukumannya empat tahun,a�? ungkapnya.

Sementara itu, saat pengungkapan yang dilakukan kemarin, WS terlihat gelisah. Wanita 43 tahun ini juga terlihat tidak senang ketika polisi memaparkan kronologis penangkapannya. Beberapa kali dia membantah penjelasan polisi, meski tanpa diminta.

a�?Saya bukan pengedar,a�? kilahnya.

Selain penangkapan terhadap LS dan WS, di hari yang sama, tim Subdit II Ditresnarkoba juga menangkap DA, 23 tahun. Pemuda yang berprofesi sebagai montir ini ditangkap di kediamannya, di Kampung Tengari, Kecamatan Praya, Loteng.

Dalam penangkapan itu, polisi mendapati narkotika jenis sabu dengan berat 1,13 gram. Sabu ini ditemukan polisi di bawah kipas angin.

Polisi menyebut jika DA diduga sebagai pengedar. Namun pria kurus ini membantahnya. Kata dia, sabu tersebut digunakan sebagai obat. Agar ia kuat bekerja sebagai montir di bengkelnya.

a�?Saya tidak mengedarkan. Saya sakit, supaya kuat kerja di bengkel,a�? dalih dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost