Headline Praya

Kemarau, Warga Desa di Praya Timur Mulai Beli Air

PRAYA-Krisis air bersih yang melanda beberapa desa, di wilayah Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), bukan hal yang baru. Setiap tahunnya, warga hampir selalu mengalami musibah seperti ini. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, warga pun harus membeli air yang dijual secara keliling.

a�?Per 500 liter dihargai sebesar Rp 25 ribu. Cukup untuk kebutuhan beberapa hari,a�? kata Camat Praya Timur Lalu Muliardi Yunus pada Lombok Post, Sabtu (19/8) kemarin.

Di Praya Timur, beber Muliardi desa-desa yang paling parah mengalami krisis air bersih yaitu Desa Bilelando, Semoyang dan sebagian kecil di Desa Marong serta desa-desa lainnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sedangkan, mereka yang penjual keliling, datang dari Desa Kidang. A�A�A�A�A�A� Di desa tersebut, kata Muliardi terdapat sumber mata air melimpah. Itu pun, diperoleh dari sumur bor. Ia berharap, pusat, provinsi dan Pemkab membantu menyiapkan sumur bor secara masal, di seluruh desa di Praya Timur, atau memperluas layanan air bersih perusahaan daerah air minum (PDAM).

a�?Kalau untuk kebutuhan pertanian, tidak ada masalah. Karena, sebagian besar petani sedang menanam tembakau dan palawija,a�? ujarnya.

A�Bagi Muliardi, satu-satunya solusi memutuskan mata rantai krisis air bersih dan irigasi pertanian adalah, pembangunan Dam Mujur harus disegerakan. Jika tidak, maka musibah kekeringan di wilayahnya tetap menjadi cerita biasa setiap tahunnya.

a�?Solusi jangka pendeknya, kita akan membangun sumbur bor,a�? kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng H Muhamad, terpisah.

Di beberapa desa di Loteng, diakui Muhamad telah dibangun sumur bor yang dimaksud. Khususnya, di wilayah selatan. Kalau sumur manual pada umumnya, sulit dibangun, karena kondisi geografis. Ia pun berharap, aparatur pemerintah desa ikut memikirkan dan melaksanakan program jangka pendek tersebut.

Apalagi, lanjutnya anggaran pembangunan fisik, sudah tersedia di dana desa, tinggal perencanaan dan pelaksanaannya saja. a�?Seperti itu,a�? tambah mantan Kabag Aset Setda Loteng tersebut.(dss/r2)

Related posts

HUT RI, Delapan Napi Rutan Selong Bebas

Redaksi Lombok Post

Bawa Narkoba di Lombok, Lion Air Janji Pecat Pilot asal India

Redaksi Lombok Post

Musim Penghujan Bakal Terlambat

Redaksi Lombok Post