Lombok Post
Selong

Pantai Kaliantan Surganya Pencinta Selancar Layang

ilustrasi

Belum terkelola dengan baik A�adalah kata yang tepat untuk menggambarkan pariwisata Lombok Timur (Lotim). Padahal, bagi sejumlah wisatawan asing, Lotim adalah serpihan surga dunia. Salah satunya yani di Pantai Kaliantan.

***

Mobil berjejer di tengah tandusnya lahan di seputaran Pantai Kaliantan. Tak jauh dari situ, puluhan wisatawan asing ramai memadati pesisir pantai. Anak-anak, orang tua, namun didominasi para remaja. Sebagian besar berambut pirang dengan pakaian minim khas wisatawan asing.

Mereka nampak mengeluarkan beberapa peralatan dari dalam mobilnya, kemudian bersiap-siap pantai. Birunya air laut yang menawan menarik kedatangan para wisatawan itu. Freid Huller, salah seorang wisatawan yang dihampiri Lombok Post mengungkapkan tujuan kedatangannya ke Pantai Kaliantan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kami di sini bersama keluarga untuk berlibur. Kami tahu lokasi ini dari internet,a�? akunya.

Pantai Kaliantan yang indah memang menjadi daya tariknya. Namun, bukan itu tujuan utama Freid kemari. a�?Kami ke sini karena mengetahui informasi di sini anginnya besar. Cocok untuk olahraga selancar layang (kitesurfing),a�? beber pria yang mengaku asal Austria tersebut.

Benar saja, seperti informasi yang ia dapatkan dari internet dan rekan-rekannya yang pernah berkunjung ke sini, Freid mengaku Pantai Kaliantan istimewa. a�?Tak sia-sia kami datang kemari jauh-jauh dari Bali menggunakan fast boat,a�? ungkapnya.

Anginnya yang begitu besar sangat cocok untuk beraksi olahraga selancar layang atau yang ia sebut kitesurfing. Angin yang kencang menarik tubuh para wisatawan yang sudah dilengkapi dengan papan selancar. Tak perlu ombak besar, mereka pun bisa leluasa berselancar ke sana kemari di atas. a�?Anginnya sempurna, ini adalah surga bagi orahraga selancar layang,a�? timpal Maria Huller, sang istri.

Namun, ia mengingatkan untuk pemula harus lebih berhati-hati. Karena, jika tidak didampingi oleh orang yang sudah ahli, bisa berbahaya. Sehingga, ia menyarankan untuk pemula harus ada pendampingan.a�?Anginnya luar biasa dan sempurna. We love it,a�? tuturnya.

Rencananya, Freid sekeluarga akan berada di Lombok selama delapan hari. Berkeliling menuju sejumlah lokasi yang telah direncanakan. Beberapa diantaranya ada di Lotim. Selama berselancar layang di Kaliantan, Freid dan keluarganya menginap di Hotel Ekas Break. a�?Hotelnya besar dan bagus. Kami sangat merasa nyaman di sini,a�? pujinya.

Hanya saja, ia juga memberikan kritiknya terhadap pariwisata di Lombok. Khususnya di Lotim yang baru ia kunjungi. a�?Potensi wisatanya sangat luar biasa. Hanya saja tidak terkelola dengan baik seperti kebersihan dan tempatnya,a�? kritiknya.

Ia melihat ada sejumlah warga yang membuang sampah ke laut ketika mereka baru tiba di Ekas Break. Hal itu sangat ia sayangkan. Karena cara seperti itu menurutnya hanya akan merusak pulau Lombok sendiri. Selain itu, sampah yang dibuang ke laut akan mengotori pesisir pantai.

a�?Kami berharap pantainya bisa dikelola maksimal dan dijaga lebih bersih. Itu bisa dimanfaatkan untuk kemajuan pariwisata. Kami dan wisatwan lainnya siap kembali lagi ke sini sesegera mungkin,a�? pungkasnya. (HAMDANI WATHONI, Selong/r2)

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost