Lombok Post
Kriminal

Bertamu ke Bandar Sabu PNS NTB Diciduk Polisi

TUNJUKKAN BARANG BUKTI: Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra (kanan) didampingi Kasubbid Penmas Humas Polda NTB Kompol Dewa Putu Geria menunjukkan barang bukti di Ruang Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB, kemarin (21/8). HARLI/LOMBOK POST

MATARAM– Residivis kasus peredaran gelap narkoba berinisial SB (37 tahun) harus kembali merasakan rumah prodeo. Itu setelah warga Lingkungan Gomong Lama, Mataram itu dibekuk tim Ditresnarkoba Polda NTB, Jumat (18/8) di tempat tinggalnya.

SB yang baru keluar dari Lapas Mataram Januari lalu harus kembali berurusan dengan hukum setelah menyimpan narkoba di rumahnya.

A�a�?Kita temukan alat bukti berupa 15 poket sabu seberat 9,02 gram, dua bungkus plastik klip putih, dua buah korek api, satu buah pipet, satu buah gunting, satu buah bong, dan uang senilai Rp 4,9 juta,a�? jelas Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra kemarin (21/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dia mengatakan, pergerakan SB sudah diintai sejak empat bulan lalu. Karena, berdasarkan dari laporan masyarakat, SB disebut menjadi pengedar barang haram di daerah tersebut. a�?Kami sudah lama mengincarnya. Tapi, kali ini kita bisa menangkapnya,a�? jelas Satra.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, SB menjual narkoba A�itu ke sejumlah A�kalangan. Cara menjualnya terkadang melalui komunikasi handphone dan langsung tatap muka. a�?Kadang juga bisa langsung pakek (memakai, Red) di rumahnya,a�? kata dia .

NB menjual narkoba pada kisaran harga Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. a�?Kalau harga Rp 800 ribuA� itu biasanya dia jual ke kalangan masyarakat yang ekonominya menengah keatas,a�? bebernya.

Selain sebagai pengedar, NB juga sebagai pengguna. a�?Dari hasil tes urine, dia (NB, inisial Red) positif mengkonsumsi narkoba,a�? jelasnya.

Kini NB A�terancam pidana sesuai pasal 114 ayat (1 dan 2), pasal 112 ayat (1 dan 2) tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. a�?Karena NB residivis, hukumannya bisa ditambah sepertiga dari hukumannya. Tapi, yang menetapkan itu adalah hakim,a�? ungkapnya.

Dua Terduga ASN Provinsi NTB Ikut Diringkus

Saat tersangka NB dibekuk, dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Provinsi NTB berinisial AS dan LP juga diringkus. Karena keduanya berada di teras rumah NB. a�?Kami amankan juga dua PNS yang sedang duduk di rumah NB,a�? jelas Komang Satra.

Namun, setelah menjalani pemeriksaan, AS dan LP tidak dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Karena dia tidak terlibat secara langsung. a�?Kedua PNS itu hanya duduk-duduk biasa saja. Dia baru datang langsung kita ringkus,a�? ujarnya.

Namun, berdasarkan hasil tes urine, keduanyaA� positif mengkonsumsi narkoba. a�?Kita serahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB untuk dilakukan assessment,a�? jelasnya. (arl/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost