Lombok Post
Headline Metropolis

DR Arif Ingin Bumikan Kurma, Zaitun, dan Tin di NTB

POSE: DR Arif tampak semangat bediri dengan visinya, di samping tanaman Zaitun miliknya, di Kampus UTS, beberapa waktu lalu. Facebook Zul Zulkieflimansyah

MATARAMa��Ide unik dan berani ditawarkan Arif Budi Witarto. Doktor bioteknologi lulusan Tokyo University ini ingin membumikan tiga jenis tanaman yang disebut ekslisit di dalam Alquran di NTB. Tiga jenis tanaman itu adalah Kurma, Zaitun dan Tin.

Pria kelahiran Jogjakarta, 12 Mei 1971 ini melihat adanya kedekatan cuaca, antara NTB dengan kawasan Timur Tengah. Sehingga, ia berpendapat tiga tanaman ini, bisa tumbuh bahkan berbuah di NTB.

Walau bukan tanaman asli Indonesia, Arif rupanya sangat percaya diri tanaman ini bisa tumbuh subur, berbuah, bahkan memiliki nilai eknomis bagi petaninya. Soal alasan memilih tiga tanaman itu, dia menyebut kalau tiga tanaman ini punya manfaat dan khasiat besar. Hal tersebut bahkan disebut jelas dalam Alquran.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Apalagi pohon tin misalnya, bahkan dijadikan sebagai salah satu nama surat di dalam Alquran,a�? ujar pria bersuara parau ini.

Teknologi pembibitan tiga tanaman asal Timur Tengah ini, memang lebih rumit. Arif mengaku menggunakan dua ilmu untuk membedah dan memastikan tanaman ini siap dibumikan di tanah tropis.

a�?Dengan pendekatan Agronomi dan Genetik,a�? katanya.

Model penelitian ini yang kemudian dia lakukan terlebih dahulu di Depok, Jawa Barat.

Arif yang mengenyam pendidikan S1 sampai S3 selama 17 tahun di Negeri Sakura akhirnya semakin mantap membawa Kurma, Tin, dan Zaitun ke Indonesia. Lalu ke NTB> Selain karena tanaman ini punya keistimewaan di dalam Alquran, juga ternyata memiliki pangsa pasar yang sangat jelas.

a�?Niat saya semakin mantap membawa tiga tanaman ini ke NTB. Karena rupanya NTB sudah punya branding yang bagus yakni Wisata Halal,a�? tuturnya mantap.

Jika rencana ini terwujud, maka bukan tidak mungkin NTB benar-benar akan jadi serambi Timur Tengah. Selain kultur dan budayanya yang sudah mulai diakulturasi ke dalam tata cara yang lebih syari, maka hadirnya tiga tanaman ini di NTB akan melengkapi citra syari itu sendiri.

a�?Apalagi di NTB ini, masyarakat lokalnya sangat religius. Umat muslimnya juga punya Islamnya kuat,a�? ujarnya bangga.

Gayung bersambut. Peluang untuk menjadikan NTB sebagai kawasan tanaman tiga pohon ini semakin terbuka lebar. DR Arif sudah punya bibit tiga tanaman ini. Lahan pun terbuka dengan peluang kerja sama yang ditawarkan Pemerintah Provinsi NTB yang berencana membuat kawasan Teknopark di Banyumulek, Lombok Barat.

a�?Pak Gubernur (NTB), katanya mau ada kawasan pertanian yang bernuansa islami, tetapi harus ramah lingkungan,a�? jelasnya.

Ada lahan seluas 1 hektare yang disiapkan untuk menanam tanaman ini. Jika semua pilot project ini berhasil, dari tumbuh-kembang, hingga berbuah, bukan tidak mungkin ini akan menarik minat para petani lokal turut serta menanamnya. Setelah melihat manfaat dan nilai ekonimisnya.

Sebelum tawaran ini masuk, usaha ini sebenarnya sudah lebih dahulu dirintisnya di Pulau Sumbawa. Ini berawal, setelah dirinya ditunjuk Zulkieflimansyah, Legislator Senayan asal Sumbawa, untuk membantunya di Univesitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Setelah ditunjuk menjadi Direktur Teknopark Sumbawa di lahan seluas 4 hektare dekat kampus UTS, ia mencoba mengembangkan pembibitan tiga tanaman Timur Tengah ini.

a�?Sebenarnya di manapun tanaman ini bisa tumbuh. Tapi jika mengharapkan tanaman ini berbuah sangat bertantung pada cuaca,a�? jelasnya.

Sumbawa punya cuaca yang relatif mirip dengan Timur Tengah. Khusus untuk suhu. Semakin panas sebuah tempat, tanaman kurma misalnya semakin buahnya akan lebih banyak dan manis.

a�?Begitu sebaliknya, kalau tempatnya relatif lebih dingin dan sejuk, ya buahnya tidak manis bahkan sulit berbuah,a�? jelasnya.

Karena itu, ia yakin Sumbawa dan Lombok sangat berpotensi untuk jadi a�?ladang barua�� tanaman Kurma, Tin, dan Zaitun. Pria yang sejak kecil lahir, sekolah dari SD sampai SMA di Jogja ini, mengaku tertarik mengembangkan tanaman ini di NTB dengan alasan ingin berbagi pengetahuan.

a�?Saya mengundurkan diri dari PNS di LIPI lalu datang ke NTB mendapati potensi besar di daerah ini,a�? jelasnya.

Kecintaannya pada dunia bio teknologi mendorong ia semakin semangat meninggalkan pulau Jawa dan bergabung di UTS. Apalagi di Indonesia Timur, belum ada tanaman serupa yang dikembangkan orang lain. a�?Selain itu, saya ingin beri kesempatan generasi muda, untuk bisa belajar di bidang ini,a�? jelasnya.

Karir DR Arif relatif gemilang. Selain jadi PNS di LIPI, ia juga pernah jadi dosen di UI, UGM, dan ITB. Namun ajakan DR Zul sangat memikat hatinya. Apalagi setelah melihat potensi daerah yang tidak terkelola dengan baik.

a�?Saya setuju persoalan Sumbawa itu adalah IPM yang masih rendah, sementara kekayaan alam dari darat dan laut luar biasa,a�? pujinya. (zad/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost