Lombok Post
Headline Selong

Qurban Sapi Produktif Bisa Dipenjara

BERI ARAHAN: Direktur Bhabinkamtibmas Polda NTB saat mensosialisasikan Undang-undang 41 tentang penyembelihan hewan ruminansia betina produktif di Aula Kantor Dinas Perternakan Lotim kemarin (21/8). TONI/LOMBOK POST

SELONG–Dinas Perternakan Lombok Timur (Lotim) kemarin (21/8) mengundang para jagal Rumah Potong Hewan (RPH) dan seluruh Babhinkamtibmas. Mereka diberikan sosialisasi terkait aturan larangan menyembelih sapi betina produktif. Khususnya jelang Hari Raya Idul Adha 1 September mendatang.

“Dalam Undang-undang nomor 41 itu sudah ada larangan. Cuma untuk saat ini kami sosialisasikan ke masyarakat hingga 2018 mendatang,” kata Direktur Bhabinkamtibmas Polda NTB Benny Basir.

Berkoordinasi dengan Babhinkamtibmas se-Lotim penyembelihan hewan ternak akan terus dipantau. Khususnya di RPH. Para Bhabin akan mensosialisasikan, penyembelihan hewan betina produktif bisa terancam pidana kurungan penjara.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Karena undang-undang jelas menyatakan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif. Ancamanya kurungan penjara minimal satu bulan penjara untuk pemotongan ternak ruminansia kecil betina dan minimal satu tahun untuk ruminansia besar betina produktif.

Namun untuk saat ini pihak kepolisian itu masih dalam tahap sosialisasi. “Koordinasi dengan pihak dinas, kami dapat informasi masih pemotongangan sapi betina. Tapi jumlahnya tidak banyak,” jelasnya.

Pemotongan sapi betina memang dibolehkan khusus yang sudah tidak produktif lagi. Misalnya sapi afkir, mandul atau yang alasan lainnya yang tidak produktif. Tujuannya agar populasi sapi di NTB dan Indonesia umunya semakin bertambah.

Sementara Kepala Dinas Perternakan Lotim, Sutarno menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk pencegahan pemotongan sapi betina produktif. a�?Di setiap pasar hewan dan rumah potong kami pasang spanduk imbauan tentang larangan penyembelihan sapi betina produktif,a�? jelasnya.

Tak hanya itu, para jagal juga diberikan pemahaman tentang adanya aturan ini. Mengingat mereka adalah orang yang langsung berurusan dengan penyembelihan hewan ternak sapi. a�?Boleh dijual sapi betina itu untuk kebutuhan keluarga atau kebutuhan ekonomi. Tapi menjualnya juga bukan untuk dipotong tapi untuk produksi populasi hewan ternak sapi,a�? terangnya.

Senada dengan itu, dokter hewan Bidang Kesehatan Dinas Perternakan Lotim drh Heru Rachmadi juga menyarankan warga agar menyembelih sapi jantan. Mengingat keberadaan sapi betina sangat dibutuhkan untuk meningkatkan populasi sapi yang ada di Lotim maupun NTB.A� a�?Kami bersama tim selalu menghimbau masyarakat untuk menyembelih sapi jantan, karena betina ini penting untuk populasi,a�? jelasnya.

Sementara untuk kesehatan hewan kurban, drh Heru, sapaannya mengaku pihaknya akan mulai turun melakukan pengecekan H-5 jelang Idul Adha. Meskipun selama ini diungkapkannya belum pernah ditemukan hewan ternak yang berbahaya untuk disembelih di Lotim, namun tim akan tetap turun melakukan pemantauan dan cek kesehatan. a�?Ada 19 dokter hewan yang ada di Lotim ditambah 55 para medis. Kita akan dibantu oleh mahasiswa kedokteran hewan untuk rutin tiap hari melakukan pengecekan jelang hari raya Idul Adha nanti,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost