Lombok Post
Metropolis

Serba Salah Tangani Penjual Kacang

BAYAR: Seorang anak menjual kacang di salah satu lokasi di Kota Mataram. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Sejumlah anak penjual kacang rebus, kembali marak berjualan di beberapa titik persimpanganA� jalan. Dalam pantauan Lombok Post, mereka kerap ditemui di persimpangan Dasan Cermen, Sweta, Sriwijaya dan simpang lima pom bensin Karang Jangkong. Mereka kebanyakan berasal dari Lombok Barat.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Nyayu Ernawati mengaku prihatin dan serba salah terhadap keberadaan mereka. Di satu sisi anak-anak ini berjualan di tempat yang relatif berbahaya. Namun di sisi lain, mereka terpaksa berjualan untuk menutupi biaya sekolah.

a�?Jadi serba salah dalam menangani mereka,a�? tandas Nyanyu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Wanita berjilbab ini mengaku prihatin sebab anak-anak itu masih terlalu kecil. Sementara mereka harus berjibaku mencari rezeki. a�?Karena alasan pendidikan tidak mungkin juga dilarang, karena kondisi ekonomi mengharuskan mereka harus tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup,a�? geramnya.

Nyayu sendiri mencium a�?aroma tak sedapa�? terkait keberadaan anak-anak itu. Mulai dari bahan jualan mereka yang sama persis, hingga adanya kesamaan waktu mereka berjualan. Dia mencurigai ada yang mengkoordinir anak-anak tersebut.

a�?Kalau benar ada yang koordinir, mereka bisa kena pasal eksploitasi anak,a�? tegasnya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah bekerja sama denganA� satpol pp dan Dinas Sosial, untuk turun mengamankan anak-anak itu. Tetapi dengan alasan kebutuhan hidup, mereka kembali dilepaskan.

a�?Kami bingung harus berbuat apa. Kasihan mereka, acap kali harus berkejaran dengan waktu traffic light. Kalau sudah lampu hijau, mereka harus segera menghindari kendaraan-kendaraan,a�? ujarnya sembari menghela nafas.

Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, tentu sulit menunjuk siapa yang harus bertanggungjawab. Karena itu, satu-satunya cara lanjut Nyayu, Dinas Sosial Provinsi atau Kabupaten Lombok Barat, diharapkan segera mendata anak-anak malang itu.

Pendataan kondisi ekonomi anak-anak itu harus segera dilakukan. Benarkah mereka bekerja atas kemauan sendiri atau jangan-jangan ada yang mengkoordinir.

a�?Kalau ternyata kondisi ekonomi mereka jauh dari harapan, tentu mereka sebaiknya diberi perlindungan sosial, agar tidak bertaruh nyawa di jalan,a�? harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Mataram HL Indra Bangsawan ternyata baru tahu anak-anak penjual kacang mulai marak kembali. Namun ditegaskan pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mendata anak-anak itu.

a�?Kami harus pastikan, mereka dari mana. Kalau dari luar kota ya, harus dikirim ke daerahnya,a�? kata Indra.

Penanganan anak-anak yang berjualan kacang juga sama dengan anjal yang kerap ditemui di sejumlah sudut kota. Pada akhirnya, setelah diberi peringatan berulang kali tetapi tetap kembali, bisa saja anak-anak itu diserahkan pada Dinas Sosial Provinsi untuk dapat pembinaan.

a�?Besok (hari ini, Red) kami akan terjunkan tim untuk pantau anak-anak itu,a�? janjinya. (zad/r3)

 

Berita Lainnya

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost