Lombok Post
Kriminal

Tersangka Fiberglass Tidak Ditahan

TAK BERFUNGSI: Kondisi sampan fiberglass di Desa Punti sangat memrihatinkan. Mesin sampan warna kuning kombinasi putih susu itu tak terlihat lagi. ISLAMUDDIN/LOMBOK POST

MATARAM– Tersangka kasus pengadaan sampan Fiberglass Kabupaten Bima Taufik Rusdi akhirnyaA� hadir untuk dimintai keterangan oleh A�penyidik Polda NTB, kemarin (21/8). Sebelumnya, A�mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek sampan fiberglass tersebut sempat tak memenuhi panggilan polisi.

Taufik Rusdi mulai masuk ke ruangan penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB mulai pukul 10.00 Wita. Saat itu ia A�didampingi penasihat hukumnya Sukirman Aziz. Plt Kepala BPBD Kabupaten Bima ituA� diperiksa hingga pukul 12.45 Wita.

Usai pemeriksaan, penasihat hukum Sukirman Aziz mengatakan, penyidik hanya memintainya kliennya hadir untuk melengkapi keterangan yang dianggap kurang oleh penyidik. Ketika ditanyakan terkait substansi pemeriksaan, Aziz enggan membeberkannya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Yang pasti kalau penyidik menganggap kurang ya kita bersedia melengkapi. Tapi, kalau penyidik menganggapnya sudah cukup kita tidak berikan keterangan,a�? ujarnya.

Selain itu, keterangan sebelumnya juga masih dipertahankan. Dia meminta kasus ini harus berjalan sesuai peraturan perundang-undangan. a�?Saya ingin kasus ini berjalan sesuai cara mainnya,a�? ungkapnya.

Dia mengatakan, ini merupakan kasus masa lalu. Jadi, sifat keterangan sebelumnya tetap dipertahankan. a�?Semuanya kan ada bukti tertulisnya,a�? tandasnya.

Sementara itu ketika koran ini mencoba mengkonfirmasi tersangkaA� Taufik Rusdi, ia enggan menjelaskan. Segala keterangan ke publik diserahkan ke penasihat hukumnya. a�? Apa keterangannya (Penasehat Hukum) A�itulah juga keterangan saya,a�? ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda NTB AKBP TriA� Budi Pangastuti mengatakan,A� pihaknya belum bisa menjelaskan karena masih dalam proses pemeriksaan. a�?Saya belum bisa memberikan keterangan. Karena masih pemeriksaan,a�? kata perwira ini.

Ketika ditanyakan terkait dengan penahanan, Tri Budi tak memberikan kejelasan secara pasti. a�?Kami belum berkoordinasi dengan Kasubdit III Ditreskrimsus,a�? bebernya.

Untuk diketahui, kasus Fiberglass ini muncul sejak 2012 yang sebelumnya ditangani Polres Bima. Namun, pada tahun 2015, kasus tersebut diambil alih Polda NTB.

ProyekA� tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Transdes sekitar RP 1 miliar. Berdasarkan perhitungn kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan kerugian negara Rp 159.816.518 dari proyek tersebut. (arl/r2)

Berita Lainnya

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost