Lombok Post
Metropolis

a�?Diklarifikasia�? KPK, Ahyar Lupa dengan Hartanya

Walikota Mataram, Ahyar Abduh, menjalani LHKPN di kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, kemarin. IVAN/ LOMBOK POST

MATARAM-Sekitar pukul 13.35 Wita, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Undangan itu dalam rangka klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), tahun 2015.

Proses klarifiksi berlangsung dari pukul 13.40 Wita sampai pukul 15.40 Wita. Dalam proses klarifikasi itu, Ahyar sempat melakukan komunikasi dengan petugas yang ditunjuk. Ahyar juga sempat beberapa kali menelpon seseorang untuk mendapatkan keterangan.

a�?Iya, saya memang harus menghubungi asuransi, lalu tanya keluarga apa ada rekening yang ditanyai KPK itu,a�? kata Ahyar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ahyar tegaskan, klarifikasi atas LHKPN yang dibuatnya pada tahun 2015 tidak terkait dengan kasus apapun. Ia menjelaskan proses klarifikasi ini rutin dilakukan lembaga anti rasuah ini kepada sejumlah pejabat.

a�?Semua kepala daerah wajib melakukan klarifikasi, jika ada hal-hal yang perlu penjelasan lebih lanjut,a�? terangnya.

Ahyar mengapresiasi kerja dari KPK. Menurutnya, dengan sistem kerja dan data yang dimiliki KPK, tidak ada satu orang pun yang bisa menyembunyikan harta kekayaannya.

a�?Saya saja lupa kalau ada tanah sedikit-sedikit, 4 are. Tapi mereka tahu,a�? pujinya.

LHKPN ini, menurut Ahyar, merujuk pada data LHKPN saat dirinya mencalonkan diri sebagai Wali Kota Mataram saat itu. Hal serupa akan dilakukan juga nanti, saat dirinya mencalonkan diri sebagai gubernur NTB.

a�?Nanti pada saat pencalonan (gubernur) kita buat lagi,a�? terangnya.

Ia juga sempat diminta mengisi sejumlah item. Seperti keterangan data harta kekayaan, biodata, hingga jumlah kekayaan bergerak dan tidak bergerak yang dimilikinya saat ini.

a�?Ada beberapa rekening lama yang sudah tidak dipakai, juga diminta untuk ditutup,a�? jelasnya.

Ahyar tidak menjelaskan secara rinci jumlah rekening yang dimintai KPK untuk ditutup. Bahkan ia mengaku tidak hapal pasti berapa angka kekayaan yang ia miliki dalam LHKPN 2015 saat itu. Tetapi dari aplikasi milik KPK, tercatat harta kekayaan milik Ahyar sebesar Rp Rp 1,865 miliar.

Dalam proses klarifikasi, Ahyar tampak didampingi Inspektur Inspektorat Kota Mataram H Makbul Maksum dan Kepala Badan Keuangan (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi.A� (zad/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost