Lombok Post
Headline Kriminal

Hakim Tipikor Dalami Peran Wabup KSB

BERSAKSI: Wabup KSB Fud Syaifuddin memberikan keterangan pada sidang kasus korupsi dana UP Dikpora KSB di Pengadilan Tipikor Mataram, Senin (21/8). ISLAMUDDIN/LOMBOK POST

MATARAM-Agenda sidang kasus korupsi Uang Persediaan (UP) Dikpora Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berikutnya, akan dihadiri kembali Wakil Bupati KSB Fud Syaifuddin. Rencananya, hakim akan menelisik aliran dana UP melalui yang bersangkutan.

Juru bicara Pengadilan Tipikor Mataram Fathur Rauzi, dalam persidangan sebelumnya yang digelar Senin (21/8), majelis hakim telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan Wabup untuk agenda sidang berikutnya.

a�?Sudah diperintahkan kepada jaksa untuk menghadirkan kembali wabup KSB,a�? kata dia, kemarin (22/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”149″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dalam sidang sebelumnya, hakim menilai ada ketidaksesuaian keterangan yang diberikan Fud dengan jawabannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa. Di hadapan majelis hakim, Fud lebih banyak menjawab tidak tahu, bahkan dia mengaku sama sekali tidak mengetahui dugaan korupsi dana UP Dikpora KSB 2015 lalu.

Sementara di BAP, Fud mengaku mengetahui adanya korupsi tersebut. Ketidaksesuaian keterangan ini sempat ditanyakan hakim, tapi Wabup berkelit jika dia hanyak mengetahui adanya dugaan korupsi tersebut dari media massa.

Begitu pula ketika ditanya jumlah dana yang diduga dikorupsi, wabup lagi-lagi mengaku tidak tahu. Sedangkan di dalam BAP, dia menyebutkan UP itu dua kali pencairan.

Sedangkan keterangan terdakwa Elisawati menyebutkan jika Fud mengetahui perihal uang tersebut. Terdakwa juga mengaku telah memberikan uang Rp 500 juta kepada wabup. Dana itu dicomot dari dana UP.

Uang tersebut diantar terdakwa dengan ditemani suaminya, Joni, ke rumah wabup. Hanya saja, saat itu suaminya tidak menyaksikan penyerahan uang.

Fathur Rauzi mengatakan, hakim akan kembali menggali lebih jauh keterangan wabup. Rencananya majelis hakim akan melakukan konfrontir antara wabup dengan Joni.

a�?Jadi di sidang berikutnya kami minta jaksa untuk menghadirkan wabup dan Joni,a�? ujarnya.

Bagaimana jika wabup memberikan keterangan palsu dalam persidangan? Menurut Fathur Rauzi, itu akan masuk dalam pertimbangan majelis hakim dalam putusan akhir. Meski demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan sejauh itu tanpa melihat fakta persidangan.

a�?Kita lihat nanti di fakta persidangan,a�? pungkas dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost