Lombok Post
Headline Metropolis

Izin PT TMA Tidak Ada Masalah

Kepala Cabang PT Tetra Mitra Abadi (TMA) Teddy Muljono

MATARAM-Kepala Cabang PT Tetra Mitra Abadi (TMA) Teddy Muljono akhirnya angkat suara soal perizinan Gudang Semen Holcim di Lingkungan Tembelok, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Teddy menegaskan perizinan yang mereka kantongi sudah lengkap dan sesuai prosedur. A�a�?Semua persyaratan sudah kami penuhi,a�? kata Teddy di Graha Pena Lombok, kemarin (22/8).

Ia menuturkan, PT TMA mulai masuk di Kota Mataram pada tahun 2014. Sejak itu berbagai persyaratan dan izin yang diperlukan sudah diupayakan dipenuhi. Setelah berbagai persyaratan tuntas, pada Juni 2015 pihaknya mulai membangun gudang. a�?Sekitar Januari 2016, baru tuntas,a�? terangnya.

Teddy menjelaskan, sudah menjadi persyaratan antara pihak PT TMA dengan pemilik yang lama atas nama Melany agar pengurusan IMB bangunan sesuai peruntukan usaha yang akan dilakukan PT TMA. Yakni bergerak di bidang jasa perdagagan bahan bangunan. a�?Itu bagian dari kesepakatan kami untuk jual beli lahan,a�? jelas Teddy.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Saat pengurusan IMB dan pembangunan fisik gudang, awalnya semua berjalan lancar. Warga sekitar juga dilibatkan untuk ikut membangun gudang. Karena itu, menurut Teddy mustahil jika warga tidak tahu proses pembangunan dan tujuan pemanfaatan gudang sesuai IMB. a�?Namun anehnya, pro kontra muncul justru setelah gudang selesai dibangun dan siap digunakan,a�? sesalnya.

Penolakan dari warga diakuinya memang ada. Namun bukan dari perumahan terdekat gudang. Ia juga mengklaim mayoritas warga, banyak yang menerima kehadiran mereka.

Terkait bunyi klausul dalam pasal 4, dimana isinya menyebut jika jalan masuk di sebelah utara akan ditingkatkan kelas dan kualitasnya sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengklaim jalan. a�?Kami hanya menginginkan kondisi jalan itu baik dan berkualitas,a�? tegasnya.

Penekanan kalimat dalam klausul, diharapkan agar dapat menunjang operasional kendaraan. Sebab, kendaraan yang keluar masuk dipastikan bobotnya cukup berat. Itu yang dikhawatikan akan berdampak pada jalan. a�?Kami ingin jalan itu bisa baik dan dipakai bersama dengan masyarakat umum,a�? imbuhnya.

Pada saat mediasi yang coba diupayakan Pemerintah Kota Mataram, bersama camat dan lurah pada Senin (21/8), Teddy juga menegaskan pihaknya memang tidak diundang. a�?Bukan karena kami tidak mau datang, tapi memang tidak diundang,a�? jawab Teddy.

Prinsipnya ia tegaskan, selalu siap hadir dalam mediasi yang tujuannya mencari jalan tengah antara PT TMA dengan warga yang masih menolak kehadirannya. Tidak ada niat apa pun untuk mangkir, atau menghindari persoalan.

Sementara itu, Corporate Communiation PT Holcim Indonesia Tbk untuk area Jawa Timur dan Indonesia Timur Indriani Siswati menilai, lokasi yang disebutkan dalam pemberitaan sebagai pabrik Holcim, merupakan lokasi gedung semen milik pihak ketiga, yakni PT TMA sebagai distributor. a�?Perusahaan beroperasi setelah selesai dibangun, dengan melibatkan puluhan warga lokal pada tahun 2016 silam,a�? jelas Indri dalam rilis yang dikirim ke Lombok Post.

Ini menurutnya bagian dari kepatuhan yang diterapkan Holcim. Dimana seluruh kegiatan operasional, termasuk mitra kerja pihak ketiga, wajib mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku.

Sedangkan, adanya keberatan sejumlah warga Tembelok, sebenarnya sudah melalui upaya-upaya diskusi dan mediasi oleh pemerintah daerah setempat. Bersama dengan perwakilan PT TMA dan perwakilan masyarakat.

a�?Bahkan nota kesepakatan yang berisi persetujuan atas operasional PT TMA dan langkah-langkah selanjutnya, telah di tanda tangani semua pihak pada 16 juni lalu dan sebagian besar kesepakatan telah dipenuhi oleh PT TMA,a�? lanjutnya.

Pihaknya memahami kekhawatiran warga atas potensi dampak yang muncul karena operasional PT TMA. Karena itu PT Holcim Indonesia tbk, mendorong distributor yang bersangkutan melakukan komunikasi intensif. Mengikuti mediasi yang diperlukan agar tercapainya kesepahaman dan kelancaran operasional bahkan kenyamanan warga ke depan. a�?PT Holcim Indonesia tbk ini senantiasa berkomitmen menjalankan bisnis dan operasional dengan memastikan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan,a�? tegasnya.

Selain itu kontraktor hingga masyarakat di sekitar lingkungan operasional diminta tetap mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku. Serta manajemen lingkungan yang berkelanjutan.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPTSP) Kota Mataram Cokorda Sudira Muliarsa, membenarkan jika perizinan PT TMA sudah tidak ada persoalan. a�?Semua sudah lengkap, pesis seperti yang ditulis Lombok Post itu,a�? kata Cok.

Kehadiran PT TMA sebenarnya sudah cukup lama dan memegang izin di Kota Mataram. Karena itu harusnya menurut Cok, tidak ada lagi persoalan yang perlu diperdebatkan lagi, terkait izin.

a�?Saya rasa persoalan hanya masyarakat ada sebagian yang menolak, itu yang perlu diselesaikan pihak perusahaan secara musyawarah. Tetapi tidak ada kaitannya dengan izin,a�? tandasnya. (zad/cr-tea/r3)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost