Lombok Post
Headline Metropolis

Indeks Kepatuhan NTB Masih di Zona Kuning

BERBINCANG: Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi (kiri) sedang berbincang dengan perwakilan Ombudsman RI Ninik Rahayu, kemarin (23/8) Ist

MATARAM-Ombudsman RI menilai pencapaian penyelesaian laporan dan upaya pencegahan maladministrasi di NTB sudah di atas 70 persen. Capaian ini menurut Ombudsman RI cukup bagus. Namun sayangnya, indeks kepatuhan di NTB sendiri masih berada di zona kuning. a�?Cukup responsif,a�? ujar Perwakilan Ombudsman RI Ninik Rahayu usai menemui Gubernur NTB untuk menyampaikan hasil evaluasi kinerja Kepala Ombudsman RI perwakilan NTB, kemarin (23/8).

Ia menuturkan, Kepala Ombudsman RI perwakilan NTB cukup responsif terhadap penyelesaian laporan maupun upaya pencegahan maladministrasi yang dilakukan lembaga pemerintahan NTB. Komunikasi dengan stakeholder pun dinilia cukup profesional. a�?Sekarang ini cukup menjaga integritas dengan tetap menjadi lembaga yang independen,a�?A� sambungnya.

Meski begitu, Ninik berharap kepada Ombudsman NTB untuk melakukan inovasi. Ombudsman NTB perlu menangkap isu lebih banyak dengan respons cepat. Bukan hanya sekadar menunggu laporan masuk yang kemudian ditindaklanjuti. a�?Ombudsman bisa merespons laporan yang beredar melalui media massa,a�? tukasnya.

Menurutnya, media massa merupakan pengawas eksternal yang lebih gesit. Sebab itu sangat diperlukan respons cepat lebih banyak. Tidak hanya melakukan secara prosedural seperti menunggu laporan, melakukan klarifikasi, melakukan pemanggilan, memediasi, dan memberi saran. a�?Ada hal yang bersifat quick respons yang harus dibangun,a�? kata Ninik.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ditambahkan, Ombudsman NTB perlu membangun komunikasi, lobi, dan negosiasi dengan aparatur pejabat publik. Baik itu dari unsur eksekutif, yudikatif, dan lembaga vertikal.

Ninik berharap Ombudsman RI NTB bisa membangun jejaring yang luas dengan masyarakat sipil. Hal ini dikarenakan masyarakat belum sepenuhnya memahami budaya pelaporan. Kebanyakan dari mereka cenderung mendiamkan hal-hal yang menyulitkan dan mengganggu mereka. a�?Padahal pelaporan merupakan bentuk ekspresi yang positif dan penyelesaian yang konstruktif,a�? jelasnya.

Selain bersama masyarakat, Ombudsman RI NTB juga diharapkan membangun jejaring dengan lembaga komunitas dalam masyarakat. Dalam masyarakat terdapat banyak lembaga komunitas, seperti PEKA, LPH Masyarakat, LSM Guru, LSM Tata Pemerintahan, dan lainnya. Hal tersebut akan mempercepat pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melapor. a�?Jika bisa diajak menjadi mitra dapat menjadi potensi besar,a�? pungkasnya.

Kinerja Ombudsman RI NTB diakui Ninik cukup bagus. Dari data yang ada terbilang cukup besar hingga di atas 70 persen. Namun sayangnya Pemprov NTB maupun pemkab/pemkot perlu melakukan upaya sedikit lebih banyak lagi. Hal ini dikarenakan pada 2016 lalu survei kepatuhan NTB masih berada di zona kuning. a�?Harus bisa koordinasi untuk meningkatkan terkait standar pelayanan agar 2017 ini bisa masuk zona hijau,a�? sarannya.

Sementara itu, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mendorong Ombudsman RI NTB untuk melakukan terobosan. Selain itu juga membangun dialog lebih intensif dengan pemda setempat dan masyarakat. a�?Juga terus menjaga independensi,a�? harapnya.

Ditambahkan, Ombudsman RI NTB diminta untuk tidak ikut terjun dalam ranah politik. Baik itu Pilkada NTB 2018 maupun Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Pria yang akrab disapa TGB tersebut berharap kepala Ombudsman RI NTB menjaga independensi dengan tidak berpihak ke manapun. a�?Baik pemerintah maupun parpol tertentu. Ia harus tetap independen,a�? tandasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost