Lombok Post
Praya

Loteng Persempit Lahan Tembakau

MULAI MEMANEN: Beberapa petani tembakau di wilayah Pujut Lombok Tengah mulai memanen tembakau kemarin (23/8). dedi/Lombok Post

PRAYA-Areal tanam tembakau di Lombok Tengah (Loteng), setiap tahunnya terus dipersempit. Pada tahun 2015 lalu, luas tanamnya mencapai 8.000 hektare (ha). Kemudian, pada tahun 2016 turun menjadi 7.800 ha dan tahun ini kembali ditekan menjadi 6.227,70 ha.

a�?Kita berharap, tahun 2018 mendatang kita turunkan lagi,a�? kata Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Lalu Iskandar, kemarin (23/8).

Kebijakan itu diterapkan, terang Iskandar karena petani tembakau kerap merugi. Biaya yang dikeluarkan, tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Di satu sisi, Dispertan berkali-kali menyampaikan peringatan bahkan larangan, agar tidak menanam tembakau di sejumlah wilayah Loteng. Di sisi lain, sebagian petani melanggar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kasus itu pun, diakuinya seringkali menimpa para petani swadaya. Wajar saja, karena mereka tidak memiliki kepastian akses pemasaran. Harga tembakau mengikuti harga pasar. Berbeda dengan petani mitra. a�?Alhamdulillah, kalau petani mitra sejauh ini tidak ada masalah, kebutuhannya dijaminA� (perusahaan mitra, Red),a�? kata Iskandar.

Potret semacam itu, pesan Iskandar seharusnya menjadi pelajaran bagi petani swadaya. Sayangnya, tidak ada yang mengindahkannya. Terbukti, masih ada aksi nekat para petani di sejumlah tempat. Sebut saja, beberapa desa di wilayah Batukliang Utara (BKU), Batukliang dan Kopang. a�?Padahal, di tiga wilayah itu airnya melimpah,a�? katanya.

Sehingga, lanjut Iskandar lebih cocok untuk komoditas pertanianlain seperti padi dan palawija. Bukan tembakau. Karena itulah dinas telah merekomendasikan agar menggunakan pola tanam padi, padi dan palawija, bahkan tiga kali tanam padi. Palawija yang dimaksud, bukan lah tembakau. Melainkan, tanaman pangan sepeti jagung, kedelai atau kacang.

Untuk itulah, pihaknya berharap, tahun 2018 mendatang, tiga wilayah tersebut, tidak lagi menanam tembakau, bagaimana pun caranya. Bila perlu, menyasar di wilayah Praya Barat dan Praya. Sementara, wilayah lain meliputi, Praya Timur, Praya Tengah, Pujut dan Janapria dipersilahkan menanam. Karena, secara geografis mendukung.

a�?Kami ingin, luas lahan tembakau dipersempit. Namun, kualitas tembakaunya ditingkatkan. Seperti itu rancangan program kerjanya,a�? kata Iskandar.

Saat ini, tambah Iskandar areal tanam tembakau cukup luas, namun kualitasnya rendah.

a�?Alhamdulillah, kalau di Desa Tanak Awu pola tanamnya campuran,a�? sambung kepala desa (kades) Tanak Awu Lalu Nudiana, terpisah. (dss/r2)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost