Headline Praya

Pemkab Loteng Dituding Caplok Lahan Warga Desa Langko

PRAYA-Perwakilan warga Desa Langko, Kecamatan Janapria, mendatangi kantor bupati Lombok Tengah (Loteng), kemarin (23/8). Mereka mengadukan kasus sengketa lahan seluas 75 hektare (ha).

a�?Kami minta lahan yang dikuasai pihak-pihak tertentu dan pemerintah, dikembalikan kepada ahli waris,a�? kata koordinator lapangan aksi Rusman di halaman kantor bupati.

Lahan tersebut, terangnya pernah dipinjam pakaikan untuk pembangunan lapangan sepakbola pada tahun 1972 silam. Dasar hukumnya yaitu, surat persetujuan Kepala Desa (Kades) Langko. Hanya saja, tidak terealisasi. Sehingga, 32 ha diantaranya dimanfaatkan untuk pembangunan pemukiman warga dan fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Langkah itu dilakukan, kata Rusman karena memang lahan tersebut, milik sejumlah warga. Bukan milik Pemkab dan pemerintah desa. a�?Tolong jangan sepihak mengklaim lahan kami,a�? ujarnya.

Kedatangan perwakilan warga itu pun, diterima staf ahli bidang pemerintahan Setda Loteng H Murdi, Sekcam Janapria Samsul Rizal dan Ketua BPD Langko Zulkarnain Arifin. a�?Yang jelas, kami memiliki bukti kuat,a�? cetus salah peserta aksi M Zarkasi.

Ia melihat, pemerintah desa dan sejumlah oknum tertentu dan Pemkab berusaha merebut lahan milik warganya sendiri. Dengan cara, memasang papan pengumuman bertuliskan, aset pemerintah dan milik perorangan. a�?Kalau sudah seperti ini, maka kami akan menduduki lahan dan siap menempuh jalur hukum,a�? ancamnya.

Menanggapi hal itu, staf ahli bidang pemerintahan setda Loteng H Murdi mengatakan, bupati dan wakil bupati telah memerintahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat, mencari alas hak lahan yang dimaksud. Pemkab pun tidak pernah memasang papan pengumuman, apalagi mengklaim sepihak.

a�?Sehingga, mari kita sama-sama menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Mari kita tunjukkan alas hak masing-masing. Bukan sebaliknya,a�? seru Murdi.

Senada dikatakan Sekcam Janapria Samsul Rizal. Dikatakannya, hal yang sama juga dilakukan pemerintah kecamatan. Alas hak lahan seluas 72 ha tersebut, tengah dicari. a�?Intinya, bukti dan saksi adalah, kunci penyelesaian sengketa ini,a�? kata Rizal.(dss/r2)

 

Related posts

a�?Tradisia�? Harga Panik Jelang Bulan Suci

Iklan Lombok Post

Bupati Fauzan Kecewa Berat

Redaksi Lombok post

Jadi Lokasi Konser IMF-World Bank, GWK Siap Jadi Atraksi Unggulan di Bali

Redaksi Lombok Post