Lombok Post
Headline Metropolis

Stok Kabel Terbakar di Gudang PLN Tanjung Karang

PADAMKAN: Sejumlah pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di gudang material PLN di Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram, kemarin (23/8). IVAN/ LOMBOK POST

MATARAM-Api mengamuk di gudang terbuka milik PLN Wilayah NTB di Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kemarin sore (23/8). Bergulung-gulung stok kabel untuk penyambungan listrik menjadi abu. Namun, PLN memberi garansi, pasokan listrik di NTB tak akan terganggu, meski PLN rugi besar akibat kebakaran tersebut.

Api diketahui telah membesar dan merembet ke tumpukan gulungan kabel yang terletak di bagian belakang areal gudang. Asap hitam membumbung tinggi. Membuat panik masyarakat sekitar.

Material kabel dari karet dan tembaga yang digulung pada kayu, membuat api dengan mudah merembet ke gulungan kabel lainnya. Bukan itu saja, karet dari kabel juga membuat api bertahan lebih lama.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Pantauan Lombok Post, aparat TNI juga turut berjibaku dengan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Namun, macetnya jalanan menuju lokasi kebakaran sempat membuat laju truk pemadam terhambat.

Warga dan pengendara yang yang penasaran memenuhi jalanan untuk melihat api yang membakar gudang PLN tersebut. Sehingga mengganggu laju truk pemadam kebakaran.

Terbatasnya armada membuat truk pemadam kebakaran terlihat harus bolak-balik mengambil air. Menerobos jalanan yang dipenuhi warga dan kendaraan yang melambat karena melihat kejadian tersebut.

“Truk kita turunkan lima unit, jadi itu bolak balik ambil air,” kata Ki Agus M Idrus, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram.

Dikatakan Ki Agus, lamanya proses pemadaman dikarenakan bahan yang terbakar adalah kabel dengan material pembungkus berupa karet yang yang mudah terbakar dan lebih sulit dipadamkan ketimbang material lainnya.

Untuk mencegah api merembet ke perumahan warga, petugas pemadam juga menyisir gang yang berbatasan langsung dengan gudang tersebut. Dibantu warga, ranting pohon yang berdekatan dengan lokasi kebakaran ditebang. Selain itu api di daerah tersebut menjadi prioritas agar kebakaran tidak semakin besar dan merembet.

Beberapa kali proses pemadaman terhenti lantaran kehabisan air. Hal tersebut membuat api yang sudah mengecil kembali membesar. Api baru berhasil dikendalikan setelah pukul 19.00 Wita. Namun, penyebab kebakaran maupun jumlah kerugian masih belum bisa dipastikan.

a�?Penyebabnya kita belum tahu pasti. Tapi ada dugaan api membesar karena material berupa kayu dan karet itu,a�? kata Humas PLN NTB Rachmawan.

Kata dia, material yang terbakar merupakan kabel penyambungan untuk PLN. Tidak terkait dengan sistem kelistrikan yang ada di PLN Wilayah NTB. Peristiwa ini juga, kata dia, tak membuat stok kabel penyambungan menipis. Termasuk tak akan menganggu sejumlah proyek penyambungan.

a�?Kejadian ini Insya Allah tidak mengganggu. Termasuk untuk sistem kelistrikan kita,a�? kata dia memberi garansi.

Mengenai berapa jumlah gulungan kabel yang terbakar, Rachmawan mengaku belum bisa menghitungnya. Apalagi hingga pukul 23.30 Wita tadi malam, masih tersisa bara api di lokasi kebakaran.

Pihaknya juga, masih fokus pada upaya pemadaman api. Jika tuntas, baru akan dilakukan penghitungan jumlah material yang terbakar dan kerugian yang ditimbulkan. Termasuk melakukan penyelidikan bersama kepolisian terkait penyebab kebakaran.

Di areal kebakaran, tersimpan gulungan kabel yang ditumpuk. Ada juga strafo yang disimpan di dalam peti kayu. a�?Kalau jumlahnya kurang tahu pasti. Tapi mungkin mencapai puluhan gulungan kabel yang terbakar,a�? ujar Rachmawan.

Terpisah, Kapolsek Ampenan Kompol Tauhid mengatakan, jajarannya tidak bisa langsung melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Apalagi hingga pukul 23.30 Wita, petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan bara api yang tersisa dari kebakaran tersebut.

Menurut Tauhid, olah TKP akan langsung dilakukan setelah areal steril. Artinya sudah tidak ada lagi bara api atau hal lain yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran susulan.

Listrik Sempat Lumpuh

Sementara itu, akibat kebakaran itu, pasokan listrik di Lombok sempat lumpuh untuk beberapa jam. PLN memang memilih mematikan pasokan listrik mengingat kebakaran tersebut berdekatan dengan tower jaringan 150 kV. Pemadaman mulai pukul 17.30 Wita dan baru normal pukul 2o.30 Wita.

a�?Sesuai dengan prosedur keselamatan dan keamanan, kami melakukan pemutusan aliran listrik untuk mengamankan jaringan guna menghindari gangguan yang lebih luasa�? ujarnya.

Pemadaman menyebabkan pasokan listrik lumpuh untuk Kota Mataram dan sekitarnya. Juga berdampak hingga ke Gili Trawangan, kawasan wisata Senggigi, Narmada, Kediri, Labuapi, serta Panaraga.

Manajer SDM & Umum PLN Wilayah NTB Deddy Hidayat menambahkan, soal daya, sistem kelistrikan Lombok tidak ada masalah. Saat ini kata dia, beban puncak sistem Lombok 220 MW. Sementara kapasitas pembangkit 240 MW. Jadi surplus 20 MW. (dit/yuk/nur/van/r8)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost