Metropolis

Dewan Meradang Gara-gara Jembatan

MATARAM-Perbaikan jembatan Bageq Kembar, Tanjung Karang Permai, Kota Mataram sampai saat ini masih berlangsung. Sehingga, jalan utama itu belum bisa diakses warga.

Dari pantauan Lombok Post, belum ada progres berarti dari pengerjaan jembatan yang menyambung jalan Arya Banjar Getas ini. Kondisi tersebut, membuat Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Syamsul Bahri meradang. Ia bahkan mendengar ada laporan yang tidak enak sepanjang jembatan itu tidak berfungsi.

a�?Kasihan ibu-ibu adu mulut karena mau masuk di situ, sampai kontraktor yang ngasi duit ke warga dan LSM,a�? bebernya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Syamsul mendapat laporan, jika penjagaan satu titik di jembatan itu melibatkan lebih dari dua orang. Mereka mendapat gaji sebesar Rp 1,5 juta tiap bulan. Penjagaan ketat itu, acapkali mengundang adu mulut antara warga yang ingin melintas di titik penjagaan dengan warga yang ingin melewati titik penjagaan. a�?Warga sudah terlanjur masuk, ndak mau putar haluan,a�? jelasnya.

Belum lagi, rekayasa lalu lintas dengan penyiapan jalur alternatif yang tidak dikawal dengan baik oleh petugas. Hal ini membuat kendaraan dengan bobot besar, melintas di jalan-jalan kelurahan. Sehingga, dikhawatirkan dapat merusak badan jalan.

a�?Sementara saya juga mendengar, kalau waktu kontrak dari jembatan itu sudah mau habis, tapi sekarang belum terlihat pengerjaan proyek ini akan selesai,a�? sesalnya.

Karena itu, Syamsul berharap Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram bisa turun segera melakukan pengawasan dan koordinasi. Terutama, bagaimana agar para petugas yang diterjunkan Dishub untuk mengawal kendaraan yang melewati jalur alternatif, lebih aktif mengawasi kendaraan yang melintas di jalan-jalan kelurahan dan lingkungan.

a�?Walau ini bukan proyek kota, tapi karena ini rumah kita ya tolong ikut dikoordinasikanlah,a�? harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram H Khalid mengatakan jika Jembatan itu di bawah pengawasan Balai Jalan. Karena itu, secara langsung, pihaknya tidak bisa menegur kontraktor untuk progres pengerjaan jembatan.

a�?(Sementara pengamanan) Biasanya mereka langsung berhubungan dengan Polres,a�? kata Khalid.

Namun dirinya tetap akan menindaklanjuti keluhan itu. Terutama, memperketat pengawasan, agar kendaraan tidak sembarangan lewat di jalan yang tidak dirancang untuk dilalui oleh kendaraan dengan bobot besar.

a�?Baik, baik (akan kita atensi), walau wewenang bukan di kami,a�? janjinya.

Seperti diketahui, jembatan ini dikerjakan oleh PT Sanur Jaya Utama. Dalam wawancara Lombok Post dengan salah satu pengawas lapangan kala itu, yakni David, mereka menjanjikan pengerjaan akan rampung pada November tahun ini. a�?November diharapkan sudah selesai,a�? kata David. (zad/r5)

Related posts

Desa Masih Bingung

Iklan Lombok Post

BNN Dalami Kasus Permen Empeng

Redaksi Lombok post

Jangan Jadikan Sekolah seperti Pasar!