Lombok Post
Headline Kriminal

Kasus Merger BPR NTB Dipercepat

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB bergerak cepat dalam penyidikan dugaan korupsi penggabungan (merger) PT Bank BPR NTB. Setelah menaikkan status perkara, penyidik dalam waktu dekat ini akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk diperiksa.

Juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, pemanggilan saksi sudah pasti akan dilakukan penyidik. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memberitahukan kapan akan dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

a�?Iya ada. Pasti ada pemanggilan saksi lagi,a�? kata Dedi, kemarin (24/8).

Dedi menjelaskan, dalam pemeriksaan tersebut, penyidik akan melihat peranan masing-masing orang yang dipanggil. Nantinya, jika semua telah jelas peranannya dan jaksa memperoleh jumlah potensi kerugian negara dalam dugaan korupsi ini, akan muncul tersangkanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Memang sudah dua alat bukti yang cukup. Tapi kita lihat unsur lainnya, seperti kerugian negara. Setelah itu kita tetapkan tersangka,a�? ujarnya.

Untuk mereka yang akan kembali diperiksa, Dedi mengatakan tidak bisa membeberkannya satu per satu. Pastinya, mereka yang akan dipangil, merupakan orang-orang pernah menjalani pemeriksaan ketika kasus masih di penyelidikan.

a�?Orang yang di tingkat penyelidikan sudah diperiksa, yang terkait akan kita panggil kembali,a�? terang dia.

Saat disinggung apakah dugaan suap atau dugaan korupsi dalam dana tim operasional yang naik ke penyidikan, Dedi menolak untuk menjelaskan lebih lanjut. Menurut dia, hal tersebut masih menjadi rahasia penyidikan.

a�?Itu belum bisa kita sampaikan,a�? aku Dedi.

Untuk penghitungan kerugian negaranya sendiri, Dedi juga mengaku belum mengetahuinya. Dalam artian, apakah audit akan dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

a�?Itu juga belum. Tunggu saksi diperiksa dulu ya,a�? pungkas dia.

Diketahui, perkara ini mencuat berawal dari laporan masyarakat. Untuk proses merger delapan PD BPR menjadi PT BPR NTB, terlebih dahulu dibentuk tim persiapan konsolidasi.

Pembentukan itu disusul dengan pengumpulan dana seluruh PD BPR di NTB. Setiap PD BPR menyerahkan uang dengan jumlah bervariasi, hingga akhirnya terkumpul Rp 1,7 miliar dan digunakan untuk beragam keperluan. Dari sana kemudian muncul adanya dugaan penyimpangan dalam proses merger tersebut.(dit/r2)

Berita Lainnya

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PSU Rentan Money Politic

Redaksi LombokPost

Kinerja Dewan Mengecewakan, Pembahasan Raperda Sangat Minim

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost

Jelang Ramadan, Polisi Persempit “Permainan” Tengkulak

Redaksi LombokPost

Telkomsel Optimalkan Jaringan di Lebih dari 1.400 Titik Penting

Redaksi Lombok Post

Gubernur: Jangan Ada Dendam Politik!

Redaksi LombokPost