Lombok Post
Bima - Dompu

Kontraktor Fiberglass Terkesan Diselamatkan

TAK BERFUNGSI: Kondisi sampan fiberglass di Desa Punti sangat memrihatinkan. Mesin sampan warna kuning kombinasi putih susu itu tak terlihat lagi. ISLAMUDDIN/LOMBOK POST

BIMA a�� Kontraktor proyek pengadaan sampan fiberglass tahun 2012 terkesan diselamatkan. Dalam kasus ini, tersangkanya adalah TR yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sementara kontraktor yang diduga menyalahgunakan uang negara belum tersentuh.

a�?Kalau PPK dugaannya menyalahgunakan wewenang, nah kontraktor harusnya patut diduga menyalahgunakan anggaran negara,a�? kata Anggota DPRD Kabupaten Bima Sulaiman pada Radar Tambora (Lombok Post Group), Kamis (24/8).

Ketika ditanyakan kontraktor yang dimaksud, Sulaiman tidak mau menyebut nama.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Saya tidak tahu siapa kontraktornya saat itu, tapi sangat janggal jika hanya PPK saja yang dijadikan tersangka,a�? sorotnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bima lainnya Edy Muchlis menegaskan, dalam penanganan sebelumnya sempat disebutkan beberapa calon tersangka. Bahkan sempat disebutkan inisial nama kontraktor yang melaksanakan proyek itu.

a�?Saya masih ingat ada inisial nama kontraktor pelaksana dengan tiga huruf. Kok sekarang calon tersangka itu terkesan diselamatkan,a�? kata Edy, Rabu (23/8).

Menurut Edy, hal ini akan menimbulkan kecurigaan atas penanganan kasus fiberglass. Apalagi kasus ini sempat tenggelam beberapa tahun, dan penanganannya dialihkan ke Polda NTB.

Meski demikian, Edy mengapresiasi kinerja Polda NTB dalam kasus ini. Ia berharap pihak kepolisian segera membuktikan adanya keterlibatan tersangka lain. Karena ia menduga, dalam kasus ini TR tidak sendiri.

a�?Bukannya kami mendukung TR, tapi harus adil. Tidak mungkin TR sendiri, karena beliau hanya PPK. Kami menduga kontraktornya yang menyalahgunakan uang negara itu,a�? pungkasnya.

Sementara itu Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi sorotan dewan terkait banyaknya pejabat teras Pemkab Bima yang menjadi tersangka. Pemberhentian sementara diisyaratkan bupati untuk pejabat yang ditahan.

Kabag Humas Setda Kabupaten Bima Armin mengatakan, pemerintah daerah menghargai pandangan legislatif terkait penetapan tersangka dugaan korupsi beberapa pejabat di lingkup Pemkab Bima.A� Ditegaskannya, tidak ada maksud pemerintah melakukan pembiaran, serta tidak mendukung reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi.

Menurutnya, aparatur sipil negara (ASN) yang diduga melakukan tindak korupsi dapat saja diberhentikan sementara. Apabila telah dilakukan penahanan dan diberhentikan dari jabatan. Alasan lain juga, mereka diberhentikan sementara dengan pertimbangan sulit untuk berkonsentrasi menjalankan fungsi dalam jabatannya.

a�?Rujukannya jelas yaitu Pasal 24 UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Mereka bisa dilakukan pemberhentian sementara,a�? kata Armin.A� (tin/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara