Lombok Post
Headline Tanjung

Gili Trawangan Butuh Tambahan Cidomo

CIDOMO: Salah satu cidomo sedang melintas di jalan utama Gili Trawangan, kemarin (25/8). Cidomo adalah salah satu alat transportasi utama di Gili Trawangan. PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG-Setiap tahun jumlah wisatawan yang datang ke Gili Trawangan terus meningkat. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Hanya saja peningkatan kunjungan wisatawan ini dinilai tidak dibarengi dengan ketersediaan alat transportasi yang memadai.

Salah seorang pengusaha di Gili Trawangan H. Zaenal Tayeb membenarkan jika kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tetapi sarana transportasi seperti cidomo jumlahnya stagnan. Sehingga tidak bisa memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Wisatawan harus menunggu setengah jam sampai satu jam untuk bisa dapat cidomo. Ini tentu waktu yang cukup lama bagi wisatawan,a�? ujarnya.

Menurut Zaenal, jika ingin melihat Gili Trawangan terus berkembang, pemerintah juga harus mendukung dalam segala hal. Termasuk soal transportasi. a�?Kalau perlu ditambah cidomo ini atau diperbaiki sistem transportasinya seperti apa,a�? pungkasnya.

Terpisah, Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Disbudpar Lombok Utara Wayan Bratayasa mengungkapkan jika bulan ini kunjungan wisatawan sudah mulai meningkat. a�?Sekarang sudah mulai ramai, mayoritas wisatawan mancanegara,a�? katanya.

Menurut Brata, Agustus merupakan bulan di mana wisatawan mulai memadati tiga gili. Peningkatan kunjungan wisatawan akan terus terjadi sampai akhir tahun mendatang. a�?Sekarang kalau mau cari kamar hotel di sana sudah penuh semua. Harus booking jauh-jauh hari,a�? katanya.

Terkait permintaan penambahan cidomo di Trawangan, Brata mengatakan hal ini perlu melalui kajian terlebih dulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lombok Utara H. Rusdi mengungkapkan hal senada. Menurutnya, penambahan cidomo perlu melalui kajian terlebih dulu. Khususnya soal dampak pada lingkungan sekitar. Karena jangan sampai penambahan cidomo justru membuat Gili Trawangan terkesan semrawut. (puj/r7)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost