Lombok Post
Headline Sportivo

Malaysia vs Indonesia, Tenang, Tenang, dan Menang

Pemain Timnas sepak bola Indonesia U-22 Septian David Maulana merayakan gol pertama ke gawang Filipina dalam lanjutan pertandingan penyisihan grup B Sea Games Malaysia di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (17/8/17). Indonesia menang 3-0 atas Filipina. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

KUALA LUMPURa��Target emas timnas U-22 Indonesia dari cabang olahraga sepak bola SEA Games 2017 menghadapi tembok tebal. Tuan rumah Malaysia menjadi lawan di semifinal yang berlangsung di Stadion Shah Alam, Selangor, malam ini (siaran langsung SCTV pukul 19.45 WIB).

Bukan hanya faktor nonteknis yang menjadi hadangan Indonesia. Sebab, dalam bentrok terakhir kedua tim, Garuda Muda a��julukan Indonesia U-22a�� takluk dengan skor telak 0-3 dalam kualifikasi Piala AFC akhir Juli lalu. Skuadnya tidak beda jauh dengan saat ini.

Apalagi, nanti Malaysia akan bermain di hadapan publik sendiri. Selain skill, ada faktor lain yang bisa membuat Indonesia dalam bahaya. Yakni, kalau gagal menjaga ketenangan emosi. Apalagi, selama SEA Games 2017, beberapa kali Indonesia terlibat dalam pertikaian yang tidak perlu.

Ketika melawan Timor Leste (20/8) dan Kamboja (24/8), para pemain Indonesia kerap terpancing dengan provokasi pemain lawan. Akibatnya merugikan. Sebab, beberapa pemain kunci Indonesia harus absen dalam pertandingan berikutnya. Terbaru, Hansamu Yama, Hargianto, dan Marinus Wanewar.

Tanpa Hansamu yang bertindak sebagai kapten, pemimpin di lapangan akan berganti ke lengan Evan Dimas Darmono. Sedangkan, yang mengisi posisi di bek tengah bakal dihuni Ricky Fajrin dan Andy Setyo. Lalu, kanan dan kiri dihuni Putu Gede dan Rezaldi Hehanusa.

Kemudian, untuk mendampingi Evan di lini tengah yang biasa diperankan Hargianto, akan dihuni Asnawi Mangkualam. a�?Sejak awal, di tim ini tidak ada pemain inti, semua harus siap main,a�? kata asisten pelatih timnas U-22 Bima Sakti dalam konferensi pers kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”205″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Untuk lini depan, tanpa Marinus, masih ada Ezra yang dalam beberapa laga terakhir tampil cukup meyakinkan. Termasuk mencetak gol pemecah kebuntuan tatkala menang atas Kamboja 2-1. Ezra akan ditopang gelandang serang yang agresif seperti Septian David serta winger seperti Yabes Roni dan Febri Hariyadi atau Saddil Ramdani.

Malaysia meski menang dalam bentrok terakhir melawan Indonesia, mereka tetap waspada. Pelatih Malaysia Ong Kim Swe meminta pasukannya untuk menampilkan performa terbaik. a�?Mereka (Indonesia, Red) bisa berjaya di grup yang susah (grup B SEA Games 2017, Red),a�? ujar pelatih berkacamata itu.

Melawan Indonesia, Malaysia diprediksi akan menerapkan skema tiga bek dan menumpuk lima gelandang. Skema itu dianggap ampuh mengarasi permainan cepat dari Singapura dan Myanmar selama fase grup. Mereka juga bisa tetap produktif dengan mencetak 10 gol dalam empat pertandingan.

Ong Kim Swe meminta pasukannya untuk fokus pada laga nanti, tak perlu terbebani untuk memikirkan final atau pertandingan semifinal lainnya antara Thailand melawan Myanmar. a�?Kami berfokus melawan Indonesia di semifinal, soal medali emas nanti dulu,a�? lanjutnya.

Adapun Indonesia tentu berharap bisa mengulang catatan manis pada semifinal melawan Malaysia di SEA Games 2013. Ketika itu, Indonesia lolos ke final setelah menang adu penalti 4-3 karena selama waktu normal dan perpanjangan kedua tim berbagi skor 1-1.

Terbang Tinggi Garuda Muda

Sementara itu, tekanan suporter Malaysia cukup nyata menjadi ancaman buat Indonesia U-22. Sehari menjelang pertandingan, Tim pelatih meliburkan aktivitas latihan buat suad Garuda Muda.

Pagi ini (26/8) Evan Dimas Darmono bakal melakukan sesi latihan pagi. a�?Besok (hari ini, Red) untuk kondisi saja,a�? kata asisten pelatih Bima Sakti dalam sesi jumpa press di Hotel Hiilton, Kuala LumpurA� kemarin (15/8). Aktivitas para pemain kemarin sebagian besar untuk istirahat.

Namun, aktivitas fisik tetap berlangsung dengan recovery dengan berenang di kolam renang hotel Timnas. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk agar para pemain bisa lebih rileks setelah dihantam jadwal padat.

Beruntung Luis Milla cukup cerdik merespon jadwal di SEA Games kali ini. Pelatih asal Spanyol itu dengan bijak melakukan rotasi penting dalam lima laga yang sudah dijalani Garuda Muda.

Termasuk di semifinal kali ini, Milla akan menerapkan sejumlah perubahan. Ini juga setelah Hansamu Yama, M. Hargianto dan Marinus Mariyanto Wanewar harus absen lantaran akumulasi kartu kuning.

Bima mengatakan tuan rumah, Malaysia merupakan tim yang solid. Tampil di depan fans sendiri, mereka bakal all out mempersembahkan kemampuan terbaik mereka. Tetapi, Luis Milla dan tim pelatih yang lain punya pendekatan tersendiri untuk menaikkan moral para pemain.

Misalnya, di saat Indonesia harus kehilangan sosok Evan Dimas Darmono di lini tengah pada laga krusial menghadapi Vietnam. Sehari sebelum pertandingan, Milla mengajak diskusi skuadnya.

a�?Dari hati-ke hati coach Milla mengajak sharing anak-anak,a�? katanya. Pagi ini, Garuda Muda juga akan kembali menjalani latihan untuk menjaga kondisi tetap siap.

Sementara itu, Ong Kim Swee, pelatih Malaysia, melihat Indonesia masih akan menjadi ancaman buat timnya. Tetapi Malaysia punya motivasi berlipat dengan dukungan penuh publik mereka di Stadion Shah Alam, Selangor.

a�?Saya percatya pemain tahu apa yang mereka inginkan, terlebih tetap fokus dan menjaga strategi berjalan lancar,a�? katanya.

10 Ribu Lawan 60 Ribu

SEMENTARA itu masyarakat Indonesia di Malaysia jumlahnya sekitar 4 juta orang. Sebagian dari mereka akan menjadi saksi sejarah Indonesia menghadapi Malaysia pada semifinal SEA Games 2017.

Total 10 ribu tiket sudah disediakan pihak panitia lokal buat suporter Indonesia. Abang Zulkarnain, Tournament Director cabor sepak bola SEA Games 2017 menjelaskan. a�?1/7 dari kapasita suntuk Indonesia,a�? katanya.

Tiket yang disediakan panpel sekitar 70 ribu lembar dari 80 seat kapasitas stadion. Selisih sepuluh ribu akan menjadi pembatas buat fans Indonesia dengan Malaysia.

Zulkarnain mengatakan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan security untuk turut mengamankan situasi. a�?Sekitar 1000 polisi akan membantu kami, itu bisa bertambah melihat situasi besok,a�? bebernya.

Sementara itu, manajemen timnas Indonesia U-22 sudah melakukan negosiasi dengan panpel lokal terkait penambahan tiket. a�?Tetapi memang mentok, karena faktor keamanan,a�? ujar Endri Erawan, manajer Garuda Muda selesai manajer meeting kemarin.

Tadi malam, Manajemen Timnas Indonesia juga berkoordinasi dengan aliansi suporter yang ada di Malaysia. Harapannya, apapun hasil pertandingan semifinal besok, tidak akan membuat suporter melakukan tindakan anarkis.

a�?Ini upaya kami untuk membuat penonton juga lebih tertib,a�? lanjut bos Mitra Kukar itu. Sebab, AFC (Federasi sepak bola Asia) sudah mewanti-wanti PSSI akan adanya denda jika suporter Indonesia melakukan keributan.A�(nap/irr/JPG/r8)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost