Lombok Post
Headline Metropolis

Revisi Perda RTRW Lelet, Ground Breaking Hotel Batal

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAMa��Hingga saat ini, revisi perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak kunjung ada kejelasannya. Proses evaluasi di provinsi, nyatanya telah menghabiskan waktu cukup panjang. Bahkan hingga membuat sejumlah investasi dan ground breaking hotel, dibatalkan dari rencana awal.

Rabu (23/8) lalu, salah satu hotel yang sudah siap berinvestasi di Kota Mataram melakukan ground breaking. Sebab jika mengacu RTRW sebelum revisi, letak hotel itu ternyata bukan kawasan usaha jasa dan akomodasi.

a�?Acara ground breaking hotel ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan,a�? kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Mataram Lalu Mahsun. Kuat dugaan, ground breaking ditunda karena belum disahkannya revisi Perda RTRW, yang membolehkan kawasan itu boleh dibangun hotel.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana berharap tahapan revisi Perda RTRW progresnya bisa lebih cepat. Ia sendiri belum memahami secara utuh apa yang jadi persoalan sehingga revisi tersebut begitu lama. Padahal jika revisi disahkan, secara tidak langsung akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram.

a�?Rencana-rencana investasi akan direaliasasikan, lalu mendorong penyerapan tenaga kerja. Karenanya kita minta ada akselerasi supaya semua blue print investasi dan pengembangan kota bisa segera kita realisasikan,a�? ujarnya.

Namun ia yakin, tahapan evaluasi saat ini hanya bersifat teknis. a�?Mungkin kaitannya dengan regulasi atau poin-poin yang harus diperbaiki redaksionalnya, ya kita berharap secepatnya bisa tuntas,a�? tandasnya.

Berkali-kali coba dihubungi via ponselnya, Kepala Bappeda Kota Mataram H Amiruddin belum bisa tersambung. Tetapi dari Sekretaris Bappeda M Ramayoga setidaknya titik terang revisi perda mulai terlihat. Yoga mengatakan, Rabu depan ada koordinasi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG).

a�?Pembahasan akan dilakukan dengan BKPRD provinsi dan kota, pada Selasa dan Rabu besok,a�? tuturnya. (zad/r3)

 

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost