Lombok Post
Headline Sumbawa

Buffalo Race World Championship Segera Digelar di Sumbawa

PERSIAPAN : Suasana technical meeting “SAKA” Buffalo Race World Championship di Aula SMKN 1 Sumbawa RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWA–Untuk menghibur penggemar a�?barapan keboa�? atau dalam bahasa Inggris A�a�?buffalo racea�?, akan dilaksanakan Buffalo Race World Championship. Kegiatan ini digelar karena peminat barapan kebo bukan saja wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Kegiatannya diagendakan pada Selasa (29/8).

Ketua Persatuan Barapan Kebo Sumbawa H Ilham Mustami mengatakan, kegiatan iniA�merupakan ritual warisan leluhur Sumbawa.A�Didedikasikan untuk memperkuat jati diriA�Tau danA�TanaA�SamawaA�sebagai masyarakat agraris.

a�?a��Dewasa ini penikmatA�barapan keboA�banyak dari kalangan wisatawan mancanegara, selain pegiat lokal Tau Samawa,a�? ujarnya kepada wartawan, Sabtu (26/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dijelaskan, dalam konteks kepariwisataan, Buffalo RaceA�World Championship iniA�menjadi daya tarik bagi A�wisatawan.A�Sekaligus, sebagai wadah pemberdayaan dan peningkatan populasi kerbau yang sangat kental dengan sejarah leluhur.

a�?a��Event ini merupakan ajangA� yang mengintegrasikan kemampuan kecepatan dan ketepatan.A�SertaA�cita rasa seni dan budaya,a��a�� terangnya.

Kegiatan a�?Sakaa�? Buffalo Race World Championship sebutnya, akan dilaksanakanA�di sirkuitA�Sumer Payung pada 29 Agustus.A�Kegiatan akanA�diramaikan 41 tim barapan.

SebelumnyaA�para tim ini mengikutiA�technical meetingA�untuk mengetahuiA�teknisA�perlombaan. Ilham menjelaskan, perlombaan kali ini cukup berbeda. Mulai dari teknis lomba,A�pelestarian budaya dan pariwisata. Peserta yang tergabung di dalam tim dibagi dalam zona.A�Dengan klasifikasi lima zona.

Setiap zona diikuti maksimal 10A�tim. Sedangkan di setiap tim terdiri dari lima pasang kerbau barapan.A�Sehingga akan berlangsung sebanyak 10 seri.A�KegiatanA�ini akan dilaksanakan di seluruh zona di Kabupaten Sumbawa selama masa musim seri 2017-2018.

Kejuaraan dunia dengan sistem perhitungan point yang dikumpulkan pada masing-masing seriA� oleh peserta.A�Para peserta iniA�tergabung dalam tim berdasarkan zonasi. SedangkanA�waktuA�pelaksanaannyaA�berdasar musim.A�Terbagi menjadiA�lima seri diA�musimA�hujan danA�limaA�seri musim kemarau.

a�?a��Sedangkan ruang lingkup peserta,A�standarisasiA� pesertaA� danA�lain sebagainya. Seperti tim,A�lokasi,A�zonasi,A�penilaian,perhitunganA�point, eksekutif comite, grand prix,A�aturanA�tatib kejuaraan,A�sponsorship,A�standar kesehatan hewanA�dan keamananA� masing-masing diatur dalam petunjuk teknis,a�? terang pria yang juga Wakil Ketua DPRD Sumbawa ini.

DalamA�event ini, tidak hanya lomba kecepatan dan ketepan kerbau mengejar sakaA�atau target.A�Tapi juga nilai budayanya,A�sepertiA�ngumang, sertaA�display atau disebutA�pero saka.

Hiasan yang digunakan oleh kerbau juga ikut dilombakan. Sehingga perlombaan ini menjadi sangat menarik untuk disaksiakan.

Kabid Pariwisata Dispopar SumbawaA�Muhammad IrfanA�mengatakan, kegiatanA�ini merupakan salah satu wisata dan budaya yang patut dilestarikan.A�Selama ini barapanA�keboA�tetap dilaksanakan.A�Namun, masih secara tradisional oleh masyarakat pencinta barapanA�kebo.

Kali iniA�Dispopar SumbawaA�sangat mendukung dan mengapresiasi eventA� ini.A�Secara kalender wisataA� sudah jelas event ini dilaksanakan selama musim setahun dengan 10 seri. Hingga promosi wisata dan budaya lebih gampang karena sudah ada kalender event yang jelas.

a�?a��Untuk seri pertama ini masuk dalam kalender wisata Sail Indonesia.A�Kegiatan iniA�akan dihadiri oleh ratusan wisatawan,a�? pungkasnya.A�(run/r4)

 

Berita Lainnya

Puan Evaluasi Panel Risha

Redaksi LombokPost

Jalur Aik Berik tak Dibebani Target PAD

Redaksi LombokPost

Sehari, Kota Mataram Produksi 400 Ton Sampah

Redaksi LombokPost

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post