Lombok Post
Headline Praya

Galian Pasir Ancam Hortipark

Kepala Dispertan Loteng Lalu Iskandar

PRAYA-Dinas Pertanian (Dispertan) Lombok Tengah (Loteng), menemukan kerusakan lahan di hortipark dan Hak Guna Usaha (HGU), di Desa Lantan dan Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara (BKU). Bentuknya berupa, penambangan galian pasir ilegal dan penebangan pohon kopi.

a�?Itu kami ketahui, setelah kami meninjau kedua lokasi yang dimaksud. Cukup mengangetkan,a�? kata Kepala Dispertan Loteng Lalu Iskandar, Sabtu (26/8) kemarin.

Dispertan pun, tekannya langsung mengumpulkan para Kepala Desa (Kades), Kepala Dusun (Kadus), tokoh agama dan tokoh masyarakat. Termasuk, aparatur pemerintah kecamatan. Hasilnya, mereka berkilah tidak mengetahui kerusakan yang terjadi. Khususnya, pada penebangan pohon kopi.

Sedangkan galian pasir, lanjut Iskandar aparatur pemerintah desa dan kecamatan mengaku, telah berkali-kali mengingatkan dan menegur, namun tidak ada yang mengindahkannya. Atas dasar itulah, Dispertan akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Polres, guna melakukan penertiban.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ia menerangkan, luas lahan hortipark di Desa Lantan sendiri mencapai 120 hektare (ha). 100 ha diantaranya murni dimanfaatkan untuk holripark. Sisanya, 20 ha sebagai penyangga. Di tempat itu, ada beberapa titik galian pasir illegal. a�?Kelihatannya sudah lama,a�? kata Iskandar.

Jika tidak cepat disikapi, diakui mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3) Loteng tersebut, maka berdampak buruk bagi kelangsungan program pemerintah. Ia pun berharap, provinsi ikut turun tangan. Bukan sebaliknya, berdiam diri saja.

Apalagi, lanjut Iskandar di lahan HGU seluas 230 ha di Desa Karang Sidemen juga, mengalami nasib yang sama. Akibat, penebangan kopi secara liar. Di tempat yang satu ini, terjadi kerusakan seluas 1 ha. a�?Kami sudah membentuk tim terpadu,a�? ujarnya.

Tim tersebut, bebernya terdiri dari Dispertan, TNI/Polri, Pol PP dan bagian hukum Setda Loteng. Tujuannya, untuk melakukan penyelematan lahan, penyelidikan dan penindakan hukum. a�?Siapa pun yang terlibat, harus ditindaktegas,a�? kata Iskandar.

Warga di lingkar lahan itu juga, tambah Iskandar wajib menjaga dan memeliharanya.

a�?Soal galian pasir, kami tunggu laporan dan koordinasinya,a�? kata Kasat Reskrim Polres Loteng AKP Refles P. Girsang, terpisah.(dss/r2)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost