Lombok Post
Headline Selong

Idul Adha, PNS Lotim Bisa Libur Dua Hari

DAPAT TAMBAHAN LIBUR: Sejumlah PNS Pemkab Lotim saat mengikuti upaca bendera HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu. TONI/LOMBOK POST

Selong a��Pemerintah pusat menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1438 H jatuh pada hari Jumat 1 September 2017 mendatang. Berkenaan dengan hal tersebut, Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali BD mengeluarkan kebijakan khusus bagi PNS di lingkungan kerjanya. Bupati memberikan penambahan libur selama satu hari yakni Sabtu 2 September 2017 sehari setelah Idul Adha. Dengan demikian PNS dapat menikmati tiga hari libur mulai Jumat hingga Minggu.

a�?Kebijakan Bupati tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 060/75/ORG/2017 tentang Libur Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha 1438 H, tanggal 21 Agustus 2017 yang dikeluarkan Bagian Organisasi Setda Kabupaten Lombok Timur,a�? kata Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim H Najamuddin.

Selain menentukan penambahan satu hari libur bagi instansi Pemkab, Edaran tersebut juga mengatur penggantian jam kerja selama seminggu. Mulai tanggal 4 hingga 9 September mendatang. a�?Agar tidak mengurangi jumlah jam kerja PNS pada Bulan September, maka penambahan libur sehari itu diganti dengan penambahan jam kerja selama seminggu. Satu jam untuk Senin sampai dengan Sabtu kecuali Hari Jumat ditambah setengah jam saja,a�? terang H Najamudin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dengan demikian Senin sampai Kamis PNS masuk kerja Jam 07.00 Wita dan pulang kerja pukul 15.00 Wita. Sementara hari Sabtu Pukul 07.00 Wita sampai dengan 13.30 Wita. Sedangkan hari Jumat masuk pukul 07.00 Wita dan pulang pukul 11.30 Wita.

Untuk menjamin terlaksananya penambahan atau penggantian jam kerja tersebut, seluruh kepala SKPD diminta bertanggungjawab memantau dan mengawasi bawahannya. Kepala SKPD dimita melaporkan absensi pegawai selama seminggu tersebut kepada Bupati melalui BKPSDM Lotim.

a�?Untuk mendukung pemantauan dan pengawasan para kepala Satuan Kerja tersebut, BKPSDM akan menurunkan Tim monitoring selama seminggu penuh dengan sasaran Satuan Kerja yang ditentukan secara sampling,a�? akunya.

Pemantauan tersebut terutama akan dilakukan pada jam-jam pulang dari tanggal 4 sampai dengan 9 September. Sesuai dengan jumlah penambahan jam kerja. Dengan ketentuan sasaran secara sampling namun dipastikan menyasar seluruh kecamatan. a�?Soal instansi mana yang akan jadi sasaran, tentu merupakan rahasia Tim,a�? terang Kabid Disiplin BPSDM Lotim Zakasy.

Yang jelas, ditegaskanya seluruh SKPD berpotensi untuk tiba-tiba didatangi. Tim Monev diharuskan memastikan keberadaan PNS di kantornya. Kemudian meminta penjelasan dari kepala Satuan Kerja mengenai keberadaan PNS yang tidak berada di kantor saat itu.

a�?Kalau ada PNS yang ditemukan bolos, tidak masuk tanpa keterangan, ataupun pulang lebih dahulu tanpa izin kepala SKPD tentu harus menjadi catatan tim sebagai bahan laporan kepada bupati,a�? lanjut mantan pria yang pernah menjaba di Bagian Humas dan Protokol Setda Lotim tersebut. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost