Lombok Post
Giri Menang Headline

Kekeringan, Warga Butuh Sumur Gali!

TAK ADA AIR: Seorang pengendara sepeda motor melintas di atas jembatan embung Bantir 2 Dusun Bentenu, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Sabtu (26/8) lalu. Akibat kekeringan, embung ini tak dapat menyalurkan air ke persawahan. DEWI/LOMBOK POST

GIRI MENANG-Lombok Barat (Lobar) saat ini masih berstatus siaga darurat kekeringan. Meski demikian, permintaan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar terus berdatangan.

Sejauh ini, ada tiga surat permintaan dari Dusun Batulayar Utara Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, dan Dusun Buntage, Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, serta Dusun Bentenu, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung.

Kepala Dusun Bentenu Muhram membenarkan, pihaknya telah meminta bantuan air bersih melalui kepala desa setempat. Diungkapkan, warganya mengalami kesulitan air bersih sejak sebulan terakhir.

a�?Kita sulit mendapatkan air bersih untuk minum,a�? kata Muhram, Sabtu (26/8) lalu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dijelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga di dua RT tersebut memanfaatkan sumur galian yang dibuat secara swadaya. Sayangnya, akibat pembangunan embung, debit air di sumur galian senilai Rp 7 juta itu hanya cukup memenuhi kebutuhan air di satu RT.

a�?Debitnya dan ukuran sumur sudah kecil, membuat para ibu-ibu disni antri ambil air dari jam dua hingga empat dini hari,a�? jelasnya.

Sementara, air embung yang ada tidak dapat difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Begitu pula untuk mencuci pakaian atau perabot rumah tangga, lantaran kondisi air yang sangat kotor.

Ia berharap, pemerintah dapat segera mewujudkan bantuan Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) untuk memenuhi kebutuhan air minum. Selain itu, warga juga mengharapkan dibangun sumur gali.

Asrul, salah satu warga di Dusun Buntage Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan mengeluhkan hal serupa. Akibat kesulitan air bersih, kebutuhan air minum harus diperoleh dengan membeli air galon. Ada pula, mengisi bak yang sengaja ditaruh pada salah satu sumur milik warga lain.

a�?Yang di sumur warga ini kita isi empat hari sekali baknya, bak tersebut kita taruh di dekat sumur tersebut,a�? jelas anak dari Kepala Dusun Buntage H Lukman tersebut.

Diakui, dusunnya memperoleh bantuan sumur galian dari pemerintah kabupaten dengan kedalaman hingga 20 meter, namun debit airnya kecil bahkan tak keluar. Sebab itu, ia juga berharap pengadaan sumur gali kembali dilanjutkan. Khususnya dari pemerintah provinsi, sebab diprediksi mata air keluar pada kedalaman 60 hingga 70 meter. Mengingat kendala sumur bor terhalang bebatuan besar.

a�?Harapkan juga ada pipanisasi dari Gunung Sasak milik PDAM, tapi katanya tidak ada jaringan, lantaran dataran tinggi,a�? terangya.

Sebelumnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad menyampaikan, permintaan bantuan air bersih akan terus bertambah.A� Namun, Lobar masih dalam status siaga darurat kekeringan. Lantaran belum ada daerah yang darurat kekeringan.

BPBD juga tengah mengajukan proposal bantuan tiga sumur bor ke pemerintah provinsi untuk dilanjutkan ke pemerintah pusat. Serta, BPBD akan mendistribusikan air bersih pada tanggal 4 September mendatang dengan memprioritaskan tiga kecamatan, Kuripan, Gerung, dan Batulayar. (ewi/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost