Lombok Post
Metropolis

Awas, Kontaminasi Silang Daging Kurban!

TUNGGU DISEMBELIH: Kambing ini dijual di pinggir jalan TGH Faesal, Sandubaya Kota Mataram. Kambing ini terlihat sehat dan cocok untuk dijadikan hewan kurban. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Jelang hari raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mataram sampai hari ini terus memantau kondisi kesehatan hewan di setiap pedagang yang ada di Kota Mataram. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan, Diyan Riyatmoko mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak menemukan hewan dengan kondisi punya penyakit berbahaya.

a�?Kami belum pantau secara keseluruhan, tapi kami yakin kesehatan hewan-hewan yang ada di pengepul tersebut aman dan sehat,a�? kata Diyan.

Namun, ia mengatakan, tidak adanya penyakit sebelum hewan dipotong, bukan berarti warga sepenuhnya bisa terhindar dari kemungkinan tidak sehatnya daging yang didapatkan. Karena itu, panitia pemotongan hewan kurban perlu memperhatikan beberapa hal dalam proses pemotongan hewan kurban.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Sekarang banyak terjadi kontaminasi silang pada daging kurban. Yakni, masuknya bakteri yang disebabkan tidak bersihnya lokasi dan wadah pada saat pemotongan. Dengan masuknya bakteri, daging yang diterima warga jadi tidak sehat lagi,a�? ungkap Diyan.

Menurut Diyan, untuk menghindari kontaminasi silang ini, warga khususnya panitia pemotongan hewan perlu memperhatikan beberapa hal. Salah satunya tidak memotong hewan di atas tanah. a�?Banyak yang tidak menyiapkan alas pada saat pemotongan, hal ini bisa menyebabkan bakteri dengan mudah masuk ke dalam daging,a�? ungkapnya.

Selain itu, panitia jangan sampai menginjak daging. Diyan juga mengingatkan agar para pemotong bisaA� menyediakan air yang cukup untuk membasuh tangan. Begitu juga pada saat pemilahan daging, sebaiknya menggunakan wadah yang kedap air (bukan keranjang).

a�?Pemotong juga sebaiknya menggunakan kertas gula untuk membungkus daging. Jangan lupa juga untuk memisahkan isi dalam dan isi luarnya,a�? tambahnya.

Sementara Dokter Hewan Imran mengatakan, daging memang mudah dijangkiti bakteri. Oleh karena itu, para pemotong semestinya memperhatikan kebersihan area pada saat pemotongan berlangsung. a�?Jangan sampai kulit sapinya yang dijadikan alas,a�? pinta Imran. (cr-tih/r5)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost