Headline Metropolis

Besok, Seluruh JCH Bergeser ke Arafah

MATARAM-Puncak ibadah haji semakin dekat. Dijadwalkan Rabu (30/8) besok, seluruh jamaah calon haji, termasuk jamaah asal NTB diberangkatkan menuju Arafah.

Wartawan Lombok Post Edy GustanA� yang tergabung dalam kloter X Kota Mataram melaporkan, seluruh jamaah diimbau istirahat yang cukup. A�a�?Mengingat waktu menuju Arafah semakin dekat,a�? katanya melalui sambungan telepon tadi malam waktu Mataram.

Petugas juga sudah mewanti-wanti jamaah agar tidak melontar jumrah antara pukul 10.00 sampai 12.00. a�?Itu A�untuk keselamatan,a�? imbuhnya.

Edy menyampaikan, lokasi penginapan jamaah asal NTB di Makkah berada di Mahbas Jin, sekitar 2 kilometer dari Masjidilharam. Jika menggunakan bus, waktu tempuh ke Masjidilharam sekitar 10 menit.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Namun sejak Minggu (27/8) A�pukul 12.00 waktu setempat, jalur tersebut sudah ditutup. Sehingga jamaah harus berjalan kaki ke Masjidilharam.

Tapi pada kloter terakhir, banyak banyak dari jamaah tidak sabaran, dan menggunakan bus berangkat ke Masjidilharam. Mereka tidak mempedulikan arahan petugas. Akibatnya banyak jamaah yang terpisah dari rombongan. a�?Ada nenek-nenek yang hilang tetapi sudah ditemukan petugas dan dikembalikan (ke rombongan),a�? tuturnya.

Edy pun sempat terpisah dari rombongan saat tawaf mengelilingi kakbah karena tergeser oleh jamaah lain yang berbadan besar. Akhirnya ia balik ke penginapan menggunakan taksi dengan membayar 100 riyal. a�?Saat saya balik juga ada jamaah yang terpisah dari rombongan, dan kembali bersama-sama,a�? katanya.

Sementara itu, dari Mataram Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB memastikan para jamaah asal NTB dalam kondisi aman. Meski ada informasi yang menyatakan dua jamaah asal NTB kembali meninggal, namun Kemenag belum berani mamastikannya. a�?Saya belum dapat kabar pastinya, belum berani kita beritakan, tunggu informasi dari Makkah dulu,a�? kata Kepala kanwil Kemenag NTB H Nasruddin, kemarin (28/8).

Diberitakan sebelumya, tiga JCH asal NTB yang meninggal adalah Marhan Bahrudin Abidin asal Desa Batuyang, KecamatanA� Pringgabaya, Lombok Timur;A� Usman Islamil Note dari Desa Mangge, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima; dan Rusdin Umar Muhammad asal Desa Terara, Lombok Timur.

Demikian juga para jamaah lanjut usia atau jamaah dengan risiko tinggi, Nasruddin memastikan mereka dalam kondisi baik. Tidak ada yang sakit saat tiba di Arab Saudi, termasuk JCH tertua Indonesia asal Lombok Barat, Baiq Margani Muhammad, 104 tahun, dalam kondi baik saat tiba di Makkah dalam kloter terakhir beberapa waktu lalu.A�A� a�?Itu (Baiq Margani) paling lincah, segar bugar, tidak ada kendala,a�? katanya.

Ia menyebutkan, 60 persen dari 4.493 orang total jamaah asal NTB yang berada di Makkah adalah jamaah dengan risiko tinggi. Kebanyakan di antara mereka sudah memasuki usia tua. Untungnya, saat tiba di Arab Saudi mereka semua sangat bersemangat untuk melaksanakan ibadah haji. Karena merupakan pengalaman pertama, mereka bersuka ria untuk melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.A� a�?Mereka sangat bersemangat,a�? ujarnya.

Meski demikian, yang perlu diwaspadai ketika puncak pelaksanaan ibadah haji yang akan jatuh pada tanggal 9 Zulhijah, atau hari Kamis (31/8). Pada puncak itu jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia akan berkumpul di Arafah dan Muzdalifah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.A� Untuk itu, dibutuhkan stamina yang prima apalagi cuaca di sana sangat panas.A� a�?Tentunya tetap jaga kesehatan dan kewaspdaan dan kehati-hatian, jangan terlalu ikut dan berjubel di orang banyak,a�? imbaunya.

Dikatakan, petugas sudah mengatur jadwal para jamaah. Karena itu ia berharap mereka mengikuti petunjuk dan arahan pimpinan rombongan. Melaksanakan ibadah seseuai antrean, tidak perlu terburu-buru. a�?Saat melontar juga tidak perlu tergesa-gesa, ikuti saja aba-aba insya Allah selamat,a�? katanya. (ili/r1)

Related posts

Akhir Tahun, Lombok Diserbu Wisatawan

Redaksi Lombok post

Guru Dikenang karena Karyanya (Renungan Hari PGRI 2016)

Redaksi Lombok post

Ada Ledakan, tapi Tak Mengagetkan

Redaksi Lombok post