Lombok Post
Headline Selong

Lotim Defisit Air Baku

Kerontang: Salah seorang warga nampak berjalan di daerah aliran sungai yang telah mengering di kawasan Jeringo, Kecamatan Suela, Lotim beberapa waktu lalu. Keringnya sumber mata air membuat Lotim kini kekurangan sumber air bersih. Sirtupillaili/LOMBOK POST

SELONG-Hampir setiap tahun, wilayah Lombok Timur (Lotim) tak bisa lepas dari bencana kekeringan. Jika di tahun-tahun sebelumnya wilayah selatan menjadi langganan kekeringan, tahun ini wilayah utara sepeti Puncak Jeringo Kecamataan Suela hingga Sambelia juga tak lepas dari kekeringan. Kekeringan yang terjadi di Lotim ini dikatakan Direktur PDAM Lotim Muhammad Isroi akibat defisit air baku yang terjadi di Gumi Selaparang.

“Lotim bersama Lombok Tengah menjadi daerah yang defisiti air baku. Yang surplus itu hanya Lombok Barat dan Lombok Utara,” bebernya kepada Lombok Post kemarin (28/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dalam artian, sumber mata air yang ada dibandingkan dengan kebutuhan irigasi pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat tidak sebanding. Sehingga muncul wacana oleh pemerintah Provinsi untuk menyiapkan Spam Regional. Dimana, surplus yang ada di Lombok Barat dan di Lombok Utara nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daerah yang defisit seperti Lotim dan Lombok Tengah.”Defisit kita ini cukup besar. Bayangkan saja dari 1,2 juta penduduk hanya 25 ribu pelanggan yang bisa kita layani,” akunya.Sehingga pihak PDAM pun telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi persoalan ini. Isroi mengaku berupaya mencari sumber air baku yang tidak bersinggungan dengan persoalan irigasi masyarakat. Selain itu pihaknya berkoordinasi dengan lintas sektoral SKPD lain untuk memperbanyak bendungan hingga cekdam.

“Air ini ketika hujan melimpah. Tapi itu malah mendatangkan bencana banjir. Ketika kemarau malah bencana kekeringan, inilah yang harus dikelola,” jelasnya.

Dengan diperbanyaknya bendungan hingga Cekdam, otomatis air hujan yang melimpah saat musim hujan bisa ditampung. Minimal bisa diperlambat alirannya terbuang ke laut. “Kalau ini kemudian bisa ditukar silang untuk kebutuhan irigasi, sumber mata air otomatis bisa untuk kebutuhan air bersih,” terangnya.

Selama ini, sumber mata air 80 persen lebih digunakan untuk kebutuhan irigasi. Misalnya di Wilayah Joben, Jeruk Manis hingga daerah kaki gunung rinjani. Padahal, sumber mata air ini jika dikelola bisa menjadi sumber air bersih bagi seluruh warga Lotim.

“Makanya kita butuh sumber air baku untuk irigasi. Kemudian mata air yang ada bisa untuk kebutuhan air bersih warga. Tinggal komitmen bersama yang sekarang dibutuhkan,” bebernya.

Sedangkan untuk pemanfaatan air baku Bendungan Pandanduri, prosesnya saat ini tengah berlangsung. Pemasangan pipa primer oleh BWS telah ditanam hingga di wilayah Keruak. Tinggal pengolahan SPAM oleh Satker Air Bersih Provinsi yang rencananya mulai dikerjakan awal tahun.

“Tendernya Oktober bulan depan. InsyaAllah pertengahan tahun air dari Pandanduri sudah mengalir ke wilayah Keruak dan Jerowaru,” ucapnya.

Hanya saja, debit air yang diberikan pihak BWS dari bendungan Pandanduri 50 liter per detik. Karena mereka masih memperhitungkan debit air yang ada saat ini agar tidak menimbulkan konflik dengan kebutuhan irigasi.

“Debit ini (50 liter per detik, Red) hanya cukup untuk 4.000 sambungan. Jumlah ini juga dalam batas aman.A� Kalau tanah pertanian sudah jenuh dengan air mungkin bisa ditambah nanti,” akunya.

Dengan estimasi satu sambungan bisa dimanfaatkan lima orang. Sehingga kehadiran PDAM di wilayah selatan nanti diestimasikan bisa mengatasi persoalan kekeringan hingga 20.000 jiwa. Jumlah ini bisa bertambah seiring kondisi debit air di Pandanduri.

Hal ini tentu memberi angin segar bagi masyarakat. Misalnya saja Sahman, salah seorang warga Pare Mas. Ia mengaku ia dan warga desa lainnya sudah tidak sabar menunggu mengalirnya air bersih melalui pipa PDAM ke desanya.

“Karena itu dulu pernah ada. Tapi nggak tahu tiba-tiba hilang. Kami sangat mengharapkan itu (air PDAM, Red,)” ungkapnya.

“Solusi bantuan air bersih dengan mobil tangki tidak menyelesaikan masalah. Karena sedikit sekali warga yang bisa merasakan. Ujung-ujungnya kami malah beli lagi,” imbuhnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost