Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Pemkot Bima Janji Pulangkan Vivi

AKUN: Video Vivi yang diunggah melalui akun Fifi Putri Bima, saat curhat meminta dipulangkan. Niko/Radar Tambora

KOTA BIMA-Beberapa waktu lalu, media sosial digemparkan dengan video unggahan dari akun A�Facebook Fifi Putri Bima. Dalam video berdurasi empat menit itu, pemilik akun bernama asli Vivi Adrianti meminta untuk dipulangkan ke Bima.

Vivi sudah bekerja di rumah majikannya di Riyadh, Arab Saudi hampir tujuh tahun. Selama menjadi asisten rumah tangga dia tidak digaji.

Video keluh kesah TKW asal Kelurahan Penaraga itu langsung mendapat respons dari Pemerintah Kota Bima. Usaha yang dilakukan pemerintah kota ternyata berbuah manis.

Vivi dipastikan akan segera dipulangkan ke Kota Bima. Saat ini, Vivi sudah diamankan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Alhamdulillah, Vivi kini sudah ditemukan. Sudah berada di KBRI untuk menunggu proses pembayaran gaji dan kepulangan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bima Jufri pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin (28/8).

Selain itu, paspor Vivi telah dikembalikan majikannya atas nama Hafar Al Batin. Kemudian gajinya sebesar 34.200 Riyal juga akan dibayar majikannya.

Pembayaran gaji rencananya akan dilakukan pada 30 Oktober mendatang. Setelah itu Vivi akan dipulangkan ke Indonesia.

Jufri mengungkapkan, untuk mencari keberadaan Vivi cukup sulit. Sebab dia tidak lagi bekerja di rumah majikannya. Tapi sejak lima tahun lalu dipekerjakan di rumah orang tua majikannya.

Setelah ditelusuri, akhirnya Vivi berhasil ditemukan dalam kondisi sehat. Lalu dibawa ke KBRI untuk dimintai keterangan.

“Alhamdulillah KBRI bisa bergerak cepat untuk mengamankan Vivi,” ujarnya.

Di sisi lain, Vivi diketahui berangkat melalui jalur tidak resmi dan tidak melalui Kota Bima. Sebab paspor Vivi dibuat di Jakarta, kemudian PJTKI penyalur Vivi tidak terdaftar di dalam buku penyalur tenaga kerja KBRI.Pihak KBRI dan BP3TKI Mataram sama-sama bergerak cepat sehingga Vivi bisa ditemukan.

Dikatakan Jufri, apa yang menimpa Vivi ini merupakan pelajaran besar bagi warga Kota Bima yang akan menjadi TKI. Sangat berbahaya bila berangkat melalui jalur ilegal.

“Ini akibatnya kalau menjadi TKI ilegal,” tegas Jufri saat ditemui di ruang kerjanya.

Bila melalui jalur resmi, dia yakin kejadiannya tidak seperti ini. Sebab begitu terjadi masalah, KBRI akan cepat bertindak. Karena data penyaluran TKI dan kontraknya jelas.

“Kalau saran saya lebih baik mikir seribu kali untuk menjadi TKI. Karena berbagai risiko akan dihadapi,” katanya. (nk/r4)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost