Lombok Post
Headline NASIONAL

Perbankan Diminta Pindah Satelit

JAKARTA-Gangguan terhadap sejumlah ATM sebagai dampak ganggaun satelit Telkom 1 diprediksi tidak terlalu lama terjadi. Bank Indonesia (BI) sudah meminta kalangan perbankan segera memindahkan jaringan komunikasi di ATM maupun layanan lainnya yang terganggu ke satelit lain. Sehingga, pelayanan nasabah tidak sampai terganggu.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menjelaskan, sejak gangguan terjadi Jumat (25/8) lalu, pihaknya sudah mengumpulkan kalangan perbankan untuk membahas solusinya. Dari pembahasan bersama provider, didapati sejumlah alternatif yang bisa diambil. a��a��Ada satelit lain, seperti Telkom 2 dan Telkom 3s yang bisa digunakan,a��a�� terangnya usai bertemu presiden di kompleks Istana Kepresidenan, kemarin (28/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”1374″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kedua satelit itu bisa menjadi solusi bagi perbankan yang selama ini masih mengandalkan satelit Telkom 1 sebagai penyedia jaringan. Perbankan yang menggunakan satelit Telkom 1 sejak Jumat lalu sudah diminta beralih ke Telkom 2, 3s, atau satelit lain yang menyediakan jaringan komunikasi. Kemarin, pihaknya sudah meminta laporan terkait pemindahan sistem komunikasi itu. Dari situ, diharapkan sitem layanan yang sempat terganggu bisa segera normal lagi.

Hal yang sama disampaikan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimbo Santoso. Sejak awal OJK bersama BI sudah menyiapkan alternatif kontijensi dengan menggunakan satelit lain. a��a��Kan Telkom bukan satu-satunya. Bisa BCA,a��a�� terangnya. Dia mengapresiasi perbankan yang tidak mengenakan charge bagi nasabah yang terpaksa menarik dari ATM bank yang berbeda.

Sampai kemarin (28/8), koneksi ribuan ATM dan ratusan kantor kas bank yang memanfaatkan Telkom 1 masih bermasalah. Berdasarkan data PT Telkom,A� ada 63 pelanggan yang masih bermasalah dengan gangguan itu. Mereka tengah menjalani proses migrasi dari Telkom 1 ke Satelit Telkom 2, Telkom 3S, plus satelit swasta.

Direktur Utama PT Telkom Alex Sinaga menyatakan proses recovery selesai secara keseluruhan pada 10 September. a�?Atas nama PT Telkom kami mohon maaf. Dari 15 ribu sites yang sedang dalam proses recovery dan migrasi, atau per hari sebanyak 1.500 sites, saat ini sudah selesai migrasi mencapai 17 persen. Ditargetkan pada 10 September 2017 proses recovery sudah tuntas,a�? jelasnya dalam konferensi pers di Graha Merah Putih, kemarin (28/8).

PT Telkom menjelaskan, Jumat lalu (25/8) sekitar pukul 16.51 WIB, Telkom 1 menunjukkan anomali berupa pergeseran pointing antena. Pergeseran tersebut menyebabkan transponder, yaitu pemancar sinyal yang terkoneksi dengan radar darat, terganggu kinerjanya. Akibatnya, pemancaran sinyal yang terganggu tersebut membuat ATM perbankan berbasis very small aperture terminal (VSAT) yang selama ini mengandalkan sinyal dari satelit tersebut tidak dapat beroperasi.

Dalam proses perbaikannya, Telkom telah menentukan prioritas pengerjaan. a�?Lembaga-lembaga pemerintah yang menggunakan layanan satelit Telkom 1 merupakan prioritas paling utama. Lalu berikutnya para pengguna yang melayani publik. Dan berikutnya perusahaan-perusahaan yang berada di sektor privat,a�? tegas Alex.

Proses migrasi akan dilakukan dengan menyediakan 36 transponder pengganti untuk diarahkan ke satelit lain. Rencananya, satelit Telkom 2 dan satelit Telkom 3S bakal menampung 77 persen kapasitas pindahan dari satelit Telkom 1. Sisanya sebanyak 23 persen bakal diakomodasi oleh satelit sewaan yang berasal dari negara lain.

Kepala Pusteksat Lapan Mujtahid tak sepakat dengan penjelasan Alex. Kenapa Telkom 1 bermasalah semata-mata karena faktor usia. Bukan gangguan cuaca antariksa atau pun hal lain. A�a��a��Kalau belajar dari pengalaman, satelit memasuki usia 15 tahun itu sudah waktunya regenerasi,a��a�� katanya.

Menurutnya ada beberapa komponen satelit yang rentan tidak berfungsi jika sudah melewati batas usianya. Diantara yang paling riskan adalah panel surya. Panel ini merupakan alat vital untuk pengisian daya atau tenaga satelit. Jika panel ini mati, maka satelit yang berputar-putar di angkasa tidak bisa berbuat apa-apa. (agf/rin/byu/wan/ang/JPG/r1)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost