Lombok Post
Headline Metropolis

SPAM Regional Dianggap Solusi Jitu Atasi Kekeringan

AIR KOTOR: Sejumlah anak anak bermain di genangan air kotor diantara tanah yang kering di Kuta, Lombok Tengah, kemarin. Lombok tengah menjadi salah satu daerah yang rutin menghadapi kekeringan tiap tahunnya. IVAN/ LOMBOK POST

MATARAM-Pemerintah terus memutar otak untuk mengatasi kekeringan jangka panjang. Kini, Pemprov NTB berencana mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional. Sistem ini diyakini akan mampu mengatasi masalah kekeringan yang melanda NTB, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air baku sepanjang tahun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) NTB Wedha Magma Ardhi menjelaskan,A� dengan SPAM regional, pemprov menjadi penyedia air baku. Kemudian disalurkan oleh masing-masing Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kabupaten. Namun untuk mewujudkannya, harus disiapkan terlebih dahulu kelembagaannya. a�?Apakah akan membentuk perusahaan daerah atau UPT tersendiri,a�? katanya.

Pengembangan SPAM regional rencananya akan dicoba untuk wilayah Pulau Lombok terlebih dahulu, sebelum dikembangkan sampai ke Pulau Sumbawa. Alasannya, di Lombok relatif kompak dan terkonsentrasi sehingga mudah diatur. Sumber airnya ada di kawasan Rinjani dan sekitarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Hal itu didukung dengan adanya Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan Geopark yang dikelola pemerintah provinsi dan pusat.A� a�?Sehingga SPAM regional itu sesuatu yang cukup simpel untuk kita lakukan,a�? katanya.

Dalam hal ini, PDAM tetap beroperasi seperti biasa. Sementara SPAM berperan sebagai penyedia air baku.

Jika rencana itu terwujud, sengketa air tidak akan ada lagi. Bisa diatasi pelan-pelan bila berada di satu manajemen SPAM. Sementara pemerintah kabupaten berperan mendistribusikan. a�?Dalam jangka panjang bisa mengatasi kekeringan,a�? kata Ardhi.

Hanya saja, ia belum bisa memastikan kapan rencana pembangunan SPAM regional itu terealisasi. Sebab harus dihitung kebutuhan air seluruh Pulau Lombok. Sebaran perpipaan ada di mana saja, serta potensi sumber daya air yang ada.

Jika sumber air sudah dipetakan seperti Segara Anak Rinjani, maka tinggal menyamakan persepsi dengan PDAM masing-masing daerah. a�?Kita ingin secepatnya. Kita masih mengembangkan kelembagaan dulu, kita masih cari rumus yang pas,a�? katanya.

Pembentukan SPAM regional tersebut harus dikoordinasikan bersama-sama dengan pemerintah kabupaten. Bila tidak, akan sulit diwujudkan. Jika tidak memiliki satu persepsi, maka dalam pelaksanaan akan sangat susah.

Terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Irnadi Kusuma mengatakan, untuk mengurangi dampak kekeringan yang tengah melanda, pemprov sudah melakukan beberapa upaya sejak Mei lalu. Salah satunya mendrop air ke kantong-kantong kekeringan.

Diperkirakan puncak kekeringan akan terjadi pada November-Desember. Sehingga saat ini droping air akan semakin diintensifkan. A�a�?Untuk Pulau Sumbawa masing-masing BPBD dan Dinas Sosial sudah bergerak mendrop air,a�? katanya.

Saat ini empat kabupaten sudah berstatus siaga darurat bencana kekeringan, yakni Kabupaten Bima, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat. Sementara status siaga darurat bencana kekeringan oleh gubernur sedang diproses di Biro Hukum NTB. A�a�?Untuk sementara Disos dan BPBD melakukan droping air dan perbantuan mobil tangki ke daerah yang parah,a�? katanya.

Selain itu, BPBD NTB juga sedang melakukan verifikasi terhadap usulan kabupaten terkait pembangunan sumur bor dalam, dan pipanisasi dari sumber mata air yang ada. Serta mengkaji kemungkinan pemanfaatan air baku dari bendungan dan embung yang ada. (ili/r1)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost