Lombok Post
Giri Menang Headline

Sumiatun : Golkar ke Saya, Saya Ketua !

Ketua DPRD Lobar Hj Sumiatun. ZAINUDDIN/LOMBOK POST

GIRI MENANG-Kemarin (29/8), menjadi hari terakhir bagi Partai Golkar melakukan survei terhadap bakal calon bupati dan wakil bupati Lobar yang mendaftar. Selanjutnya hasil survei tersebut akan dikaji di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Namun meski hasil survei belum dipublikasi, Ketua DPD II Partai Golkar Lobar Hj Sumiatun mengklaim dukungan partainya akan mengarah padanya. a�?Golkar tetap ke saya, saya ketua DPD,a�? tegas Sumiatun.

Seperti diketahui, Sumiatun akan berpasangan dengan H Fauzan Khalid dalam Pilkada Lobar 2018 mendatang. Kepastian kedua tokoh itu akan berpasangan sudah disampaikan oleh Fauzan dalam beberapa kesempatan. Sumiatun pun tak membantah hal itu. Bahkan dalam beberapa kali kesempatan, dia menegaskan akan berpasangan dengan Bupati Lobar itu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Saya berpasangan dengan bupati,a�? ujarnya meyakinkan.

Meski yakin meraih dukungan Golkar, pasangan ini belum merencanakan deklarasi dalam waktu dekat. Sumiatun menegaskan, dia dan pasangannya masih menunggu kepastian rekomendasi dari Partai Golkar. a�?Saya tidak mau mendahului,a�? imbuhnya.

Disampaikan Sumiatun, jelang pemilihan bupati dan wakil bupati Lobar mendatang, dirinya sudah mendapat masukan dari sejumlah tokoh. Mereka memintanya agar terus turun ke masyarakat. Namun diakuinya, jauh sebelum itu pihaknya tetap terjun ke masyarakat dengan kapasitas sebagai wakil rakyat.

a�?Kalau dalam kapasitas sebagai bakal calon wakil bupati, saya tetap menunggu keputusan partai dulu,a�? terangnya.

Pada kesempatan itu, sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Lobar, Sumiatun sempat menyinggung adanya kader Golkar yang bakal maju sebagai calon bupati dan memilih jalur independen. Dia menegaskan tidak bisa menolak rencana tersebut, namun dia menyarankan, sebagai kader mestinya menghormati keputusan partai.

Kader Golkar yang memilih maju lewat jalur independen karena tak didukung partai, dianggap membelot. Menurutnya Partai Golkar hanya akan memilih satu pasangan calon untuk diusungnya dalam Pilkada Lobar.

a�?Kalau ada yang membelot, ada sanksi dari partai. Kalau dia kader di DPD II, maka sanksi akan diberikan oleh DPD II. Begitu juga kalau dia kader atau pengurus di DPD I, maka itu ranah DPD I,a�? pungkasnya. (ewi/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost